Akun Putrinya Diretas Hina Wafat Syekh Ali Jaber, Ortu Jadi Korban Bully

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 14:37 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Foto: Andhika Prasetia
Sukabumi - F mengaku tidak nyaman usai akun FB putrinya diretas dan mengunggah kalimat penghinaan terkait wafatnya Syekh Ali Jaber. Tidak hanya menyerang pribadi, perundungan juga dialami F termasuk aktivitas politiknya.

Perundungan dirasakan F dari unggahan tangkapan layar status putrinya yang dibagikan ulang oleh warganet. Komentar pedas mengulik posisi F sebagai orang tua.

"Abdi (saya) jadi korban perasaan, bully, di jelek-jelek hanya sabar lah karena seperti itu cobaannya. Lebih ke malu, tapi bagaimanapun kita enggak bersalah. Nama baik terasa hancur, jadi jelek," ungkap F ibunda pemilik akun melalui sambungan telepon, Sabtu (16/1/2021).

F mengaku sempat beberapa kali berusaha mengklarifikasi persoalan tersebut. Namun menurutnya hal itu tidak cukup karena pro dan kontra warganet tetap akan terjadi. Ia memilih untuk melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

"Ya Allah kita terima dengan ikhlas kita tidak melakukan namun intinya (menanggung) malu, tapi kita punya pondasi iman, sabar saja. Menunggu pihak kepolisian ini tuntas, nanti kita klarifikasi bersama didampingi kepolisian bisa menyimpulkan. Kita minta maaf kepada keluarga Syekh Ali Jaber, kepada masyarakat Indonesia, intinya seperti itu, kita menunggu hasil penyelidikan sesuai prosedur yang ada," paparnya.

F mempercayai akun medsos putrinya diretas seseorang. Ia juga berterimakasih karena gerak cepat yang dilakukan aparat desa bersama kepolisian yang langsung menangani persoalan tersebut.

"Kalau putri saya memang ada ketakutan-ketakutan. Justru saya sebagai ibunya yang mendapat tekanan. Pihak desa juga sudah berkoordinasi untuk melakukan pendampingan ke anak saya takutnya ada orang orang yang tidak dikenal yang mau datang ke rumah berbuat di luar dugaan kita. Jadi harus antisipasi, pihak desa dan kepolisian juga sigap menangani kasus ini," ujar F.

"Harapan ibu mah hentikan bully soalnya ibu korban fitnah, ibu ingin pemulihan nama baik aja. Soalnya ibu aktif di partai sebagai pengurus, pemulihan nama baik saja, ibu enggak terima dibully habis-habisan. Sebenarnya kita manusiawi ingin menuntut balik kenapa beritanya sampai mencuat seperti ini padahal kita korban pembajakan FB. Kita korban yang benar-benar tidak tahu apa apa kita di fitnah 100 persen," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan sebuah unggahan yang menghina wafatnya Syekh Ali Jaber. Unggahan tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun, namun tangkapan layarnya tetap tersebar.


Mengetahui hal tersebut, polisi turun tangan untuk mengusut postingan tersebut. Tidak lama berselang datang laporan dari pemilik akun yang mengaku unggahan itu bukan buatannya.

Pemilik akun yang masih berusia 14 tahun menyebut akunnya telah diretas. Keluarga bocah tersebut bahkan telah memberikan keterangan ke pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila membenarkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan sementara, akun Facebook yang mengunggah nada penghinaan itu telah diretas.

"Ini juga kami sedang lakukan pemeriksaan dari hasil pemeriksaan itu memang sesuai dengan hasil keterangan klarifikasi yang bersangkutan memang untuk akun FB pada saat posting itu memang dia dihack bukan dia yang memposting," ungkap Rizka, Jumat (15/1).

Tonton video 'Kenang Keluarga akan Syekh Ali Jaber: Sosok Pejuang Tahfiz Quran':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)