Menko PMK Muhadjir Minta Pemkab Sumedang Rehabilitasi Lokasi Longsor

Muhamad Rizal - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 18:17 WIB
Menteri PMK Muhadjir Arifin minta Pemkab Sumedang rehabilitasi lahan longsor
Menteri PMK Muhadjir Arifin minta Pemkab Sumedang rehabilitasi lahan longsor (Foto: Muhamad Rizal)
Sumedang -

Pascakejadian bencana longsor yang mengakibatkan puluhan rumah di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, luluh lantah membuat sejumlah menteri RI sampai meminta Pemkab Sumedang untuk lebih teliti soal perizinan perumahan.

Salah satunya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk merehabilitasi lahan yang diterjang longsor tersebut setelah operasi pencarian korban selesai.

Menurut Muhadjir Effendy, upaya pencegahan perlu dilakukan guna menghindari kejadian longsor serupa. Sehingga menurutnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi dengan penghijauan lahan harus jadi fokus perhatian ke depannya.

"Peristiwa tanah longsor ini di luar perhitungan kita, tapi kalau kita berusaha keras untuk pencegahan, kita akan mengatasinya dan meminimalisirnya," kata Muhadjir di posko utama penanganan longsor Cimanggung Sumedang, Kamis (14/1/2021).

Muhadjir menuturkan, proses penganganan pasca kejadian longsor yang dilakukan seluruh pihak baik Pemkab Sumedang, Basarnas, BPBD, dan TNI serta Polri sudah dilakukan dengan baik.

Menurutnya, status tanggap bencana di Kabupaten Sumedang yang ditetapkan selama 21 hari, bakal berbuah baik sebagai langkah mitigasi bencana di tengah cuaca ekstrem.

Maka dari itu, pihaknya meminta Pemkab setempat untuk menginventarisir setiap wilayah yang rawan terhadap bencana, khususnya di Kabupaten Sumedang.

"Harus ada kebijakan strategis, yang bisa menjadi solusi tuntas, tidak hanya disini tapi juga dilihat secara menyeluruh, bagaimana kondisi di Kabupaten Sumedang ini," tutur Muhadjir.

Selain itu, ia menilai, wilayah Jawa Barat memang cukup rawan bencana, dan salah satu faktor timbulnya bencana adalah adanya kelengahan dari seluruh pihak.

"Kejadian ini memang kehendak Allah, tapi kita tidak boleh pasrah, kita lebih baik mencegah, dan biaya pencegahan itu lebih murah daripada menangani," ucapnya.

(mud/mud)