Ini Pesan Wabup Hengky Kurniawan untuk Penerima Vaksinasi COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 16:46 WIB
Hengky Kurniawan punya pesan untuk penerima vaksinasi COVID-19 di Bandung Barat
Wabup Bandung Barat Hengky Kurniawan (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung -

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan tidak masuk dalam daftar penerima vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama yang penyuntikannya serentak dilakukan pada Kamis (14/1/2021).

Hal tersebut karena pada bulan Oktober 2020 lalu, dirinya sudah menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. Penyuntikan terhadap Hengky dilaksanakan pada 16 Oktober.

Kendati tak turut divaksinasi lagi, namun orang nomor dua di Bandung Barat itu tetap terjun memantau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap Forkopimda KBB di RSUD Cikalongwetan

Sebagai orang yang lebih dulu mendapatkan vaksinasi Sinovac Hengky memberikan testimoni dan hal-hal yang harus dilakukan oleh penerima vaksin asal Cina tersebut.

"Saya sendiri jadi relawan vaksinasi, sampai hari ini alhamdulillah imun bagus. Selama kemarin vaksinasi dua kali tidak pernah flu padahal saya dulu capek dikit flu, alergi langsung flu juga," ungkap Hengky kepada wartawan.

Orang-orang yang telah menjalani vaksinasi bakal dimonitor oleh Dinas Kesehatan, termasuk di Bandung Barat. Seperti soal kondisi tubuh apakah bereaksi pada vaksin Sinovac.

"Nanti ada buku monitor, kita dimonitor untuk seminggu sekali. Dicek apakah ada demam, bekas penyuntikannya membesar atau tidak, ada sakit atau tidak. Waktu itu saya seperti itu, kalau tidak ada semua ya berarti aman," tegasnya.

Hengky menyebut vaksinasi yang dilakukan secara serentak kali ini merupakan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Ini ikhtiar kita melawan COVID-19. Upaya ini bentuk pencegahan agar imun kita makin kuat, Corona berkurang dan hilang kita bisa beraktivitas normal lagi," bebernya.

Dirinya berharap masyarakat tak ada yang menolak vaksinasi, apalagi sudah dijamin oleh BPOM dan MUI bahwa Sinovac aman dan halal.

"Kenapa didahului oleh pejabat publik, ya tujuannya untuk meyakinkan masyarakat. Jangan ada keraguan, pemerintah menjamin keamanan dan efektivitas vaksinnya. MUI menyatakan ini halal dan BPOM juga memastikan vaksinnya aman," pungkasnya.

(mud/mud)