Pelihara-Jual Burung Langka di Sukabumi, Warga Jakarta Ditangkap

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 16:32 WIB
Penjualan hewan langka di Sukabumi
Foto: Penjualan hewan langka di Sukabumi (Istimewa).
Sukabumi -

Tim gabungan dari Mabes Polri, Ditjen KSDAE dan BKSDA Jabar berhasil mengungkap kepemilikan satwa jenis burung yang dilindungi di Kampung Tenjolaya RT 004 RW 004 Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Selain seorang pelaku inisial F, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 184 ekor burung berbagai jenis. Selain menyimpan atau menangkar burung tersebut, petugas juga mengendus aksi pelaku yang memperjualbelikan berbagai jenis burung tersebut.

"Penangkaran ini berjalan sekitar 2 tahun, jadi untuk barang bukti nanti akan berkoordinasi dengan BKSDA dan KLHK untuk penanganan selanjutnya apakah lepas liarkan ataupun ketempat lain yang lebih kondusif sehingga keberlangsungan hidup hewan hewan yang kita lindungi dapat kita terjamin, kalau mereka sudah biasa dikandang kalau langsung di lepas liarkan mungkin akan jadi permasalahan, kita lepas kan di alam liar mungkin nanti tugasnya BKSDA," kata Kasubdit 1 Tipidter Bareskrim Polri Kombes M Zulkarnaen kepada awak media, Kamis (14/1/2021).

Burung langka yang diamankan polisi dan petugas gabungan antara lain 53 ekor Kakatua Maluku/Merah (Cacatua moluccensis), 22 ekor Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea), 12 ekor Kakatua Putih, 4 ekor Kakatua Tanimbar, 38 ekor Kakatua Koki, 47 ekor Nuri Bayan, 5 ekor Kasturi Kepala Hitam dan 3 ekor Gelatik Jawa.

"Kami dari Bareskrim Direktorat Tipider ingin mengimbau kepada masyarakat bahwa kita harus bersama sama melindungi kekayaan alam Indonesia, salah satunya hewan yang dilindungi untuk mencegah dari kepunahan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama sama memberikan informasi kepada kami baik kepada KLHK maupun kepada Bareskrim atau jajaran kepolisian sehingga kita bisa melakukan penegakan penegakan hukum secara untuk menjaga kekayaan alam Indonesia ini," beber Zulkarnaen.

Menurut Zulkarnaen, pelaku dengan sengaja menyimpan dan mengembangbiakan berbagai jenis burung yang dilindungi dengan membuat penangkaran burung yang tidak berizin di lahan yang berada di Kampung Tenjolaya.

F terancam dijerat tindak pidana dengan menyimpan, memiliki, memelihara dan mengangkut satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Kita dapati di Cicurug ini yang mana ada penangkaran yang tidak mematuhi perizinan sebagaimana mestinya, yang mana mereka menyimpan, memiliki, mengembangbiakan berbagai jenis burung yang di lindungi ini. Tampak di lokasi sebanyak 184 ekor," ujar dia.

(sya/mso)