13 Rumah Warga Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Lebak Banten

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 12:03 WIB
Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Lebak Banten
Rumah warga rusak akibat pergerakan tanah di Lebak Banten. (Foto: dok.BPBD Lebak)
Lebak -

Sebanyak 13 rumah warga rusak akibat pergerakan tanah di Kampung Cikapol, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Lebak, Banten. Bencana ini, dipicu oleh banjir dan intensitas hujan tinggi yang terjadi pada awal Desember 2020.

"Betul, ada 13 rumah yang mengalami rusak berat. Tim kami pada saat kejadian sudah turun ke lokasi sambil mengerahkan alat berat," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizky Pratama kepada detikcom saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/1/2021).

Feby mengatakan para penghuni di 13 rumah yang rusak dan ambles itu berdekatan dengan tempat Suku Baduy Dalam. Para warga direlokasi ke beberapa kediaman saudaranya. Rumah lama mereka tidak bisa direhabilitasi karena berada di zona rawan tanah longsor.

"Alhamdulillah pada saat kejadian tidak ada korban jiwa. Kami juga sedang mengusahakan bantuan supaya bisa membangun kembali rumah warga yang terdampak itu di lokasi yang lebih aman," ujar Rizky.

Sebelumnya, delapan desa di Lebak diterjang banjir akibat intensitas hujan lebat pada awal Desember 2020. Banjir mengakibatkan total 541 rumah terendam di beberapa titik.

Berdasarkan rinciannya, lokasi banjir melanda 8 desa di beberapa kecamatan di Lebak. Banjir terjadi di Desa Katapang yang merendam 153 rumah.

Selain itu, ada 82 rumah terdampak di Desa Cipalabuh (Kecamatan Cijaku), tiga rumah di Desa Peucangpari (Kecamatan Cigemblong), 27 rumah di Desa Bolang (Kecamatan Malingping), 34 rumah di Cirinten, 25 rumah rumah di Harjawana (Kecamatan Bojong Manik), dan 167 rumah di Desa Wantisari (Kecamatan Leuwidamar). Pendataan masih dilakukan karena kondisi beberapa wilayah yang banjir.

(bbn/bbn)