Cegah Kerumunan, Izin Resepsi Pernikahan di Pandeglang Diperketat

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 19:18 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita
Foto: Bupati Pandeglang Irna Narulita (Rifat Alhamidi/detikcom).
Pandeglang -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mulai menyusun regulasi untuk memperketat kembali izin kerumunan masyarakat. Salah satu poin yang dirumuskan, adalah pengetatan acara resepsi pernikahan yang sempat menjadi klaster baru penyumbang lonjakan kasus Corona di Pandeglang.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan regulasi tersebut kini sudah masuk ke ruang kerjanya untuk diteken menjadi Perbup. Nantinya, masyarakat yang ingin menggelar acara resepsi pernikahan harus mengantongi izin dari Satgas COVID-19 terlebih dahulu sebelum mengundang kerumunan massa.

"Batasan-batasan ini sebetulnya sudah kita lakukan sejak awal pandemi. Sekarang kita mau tegaskan lagi karena muncul banyak klaster baru bukan hanya dari hajatan, tapi juga dari perkantoran, keluarga, sampai tahlilan sama hajatan," kata Irna kepada detikcom saat ditemui di Pendopo Pandeglang, Banten, Senin (11/1/2021).

Selain acara resepsi pernikahan, dalam regulasi itu juga akan diatur jam operasional lainnya untuk kegiatan masyarakat. Mulai dari pembatasan jam bagi kafe dan restoran, pasar hingga pengaturan jam kerja untuk pegawai di Pandeglang.

"Untuk yang pernikahan itu, kita akan kerjasama dengan Kemenag supaya prosesi akad nikahnya dilakukan di KUA seperti dulu. Kalaupun dapat izin resepsi dari satgas, itu juga akan dibatasi maksimal hanya 30-50 orang saja," ujar Irna.

Rencananya, Pemkab Pandeglang juga sudah menyiapkan sejumlah sanksi bagi masyarakat yang masih tidak mau mematuhi aturan tersebut. Sanksi ini nantinya akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian yang menjadi ujung tombak dalam penegakan protokol kesehatan di Pandeglang.

"Sanksinya juga sudah kita siapkan. Seminggu ini kita sosialisasi dulu ke masyarakat, kalau sudah jalan nanti saya monitor secara ketat supaya bisa bisa ditindaklanjuti secara terus-menerus sama tim di bawah," tuturnya.

"Intinya, semoga saja dengan Perbup ini masyarakat jadi lebih patuh dan peduli sama protokol kesehatan. Kesadaran kita bersama harus mulai dibangun lagi karena sekarang Pandeglang apalagi di beberapa kabupaten/kota di Banten masih belum keluar dari zona rawan COVID-19," ucap Irna menambahkan.

Diketahui, Kabupaten Pandeglang sempat menjadi wilayah dengan penyumbang jumlah kasus positif Corona dengan 162 kasus baru yang mayoritas disumbang dari klaster hajatan. Saat itu, total angka positif di Pandeglang mencapai hingga 994 kasus terkonfirmasi.

Hingga Senin (11/1/2021), angka kasus positif tersebut belum menunjukkan penurunan. Bahkan, malah bertambah hingga 1.074 kasus terkonfirmasi positif dengan rincian 389 orang yang masih dirawat, 666 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia.

Simak juga video 'Mau Melakukan Perjalanan? Simak Aturan PPKM Jawa-Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)