Round-Up

Geger Data Mahasiswa UIN Bandung Bocor yang Dibantah Pihak Kampus

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 07:47 WIB
Data Mahasiswa UIN Bandung Bocor
Foto: Kebocoran data mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung (tangkapan layar akun @demauinsgd).
Bandung -

Database mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dikabarkan bocor ke publik. Kabar tersebut berawal dari cuitan @collegemenfess di Twitter. Cuitan itu kemudian direspons oleh Dewan Mahasiswa UIN Bandung melalui akun Instagramnya.

Informasi yang disebar berupa Instastory tersebut masih dipasang akun instagram @demauinsgd. Di dalamnya terdapat potongan gambar percakapan WhatsApp dan langkah antisipasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa.

"Assalamualaikum wr.wb. Selamat pagi rekan rekan semuanya, menyikapi kebocoran database kampus UIN Bandung sekitar lima jam yang lalu, saya instruksikan kepada seluruh pengurus Dema U untuk mengubah password email, password akun salam, dan password media sosial lainnya serta melakukan upaya preventif lainnya dengan mengganti password media sosial serta membatasi atau mengunci akun media sosial rekan rekan semuanya," isi tulisan dalam potongan gambar percakapan tersebut yang dilihat detikcom pada Kamis (7/1/2021), pukul 11.00 WIB.

Saat dikonfirmasi, Presma Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Bandung Malik Fajar membenarkan informasi tersebut. Namun ia belum dapat menjelaskan lebih jauh dengan alasan tengah melakukan upaya pencegahan.

"Iya. Ini lagi kita upayakan langkah preventif juga. Nanti dihubungi lagi teh," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2021).

Tidak lama berselang, Malik akhirnya bicara mengenai kronologi kebocoran data mahasiswa di kampusnya. Menurutnya, kebanyakan mahasiswa memiliki kendala yang beragam dari pembobolan akun email hingga kesulitan membuka aplikasi m-Banking.

"Ada yang akun emailnya enggak bisa dibuka, ada yang akun Salam (akun akademik mahasiswa) enggak bisa dibuka, dan bahkan m-bankingnya tidak bisa dibuka. Pas coba di recovery di emailnya itu banyak notifikasi kurang lebih ada 36 upaya pembobolan akun," kata Fajar saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2020).

"Artinya ini berbahaya yang namanya pencurian data dan informasi pribadi kami rasa adalah suatu tindakan yang berbahaya," tambahnya.

Awalnya, kata dia, informasi mengenai kebocoran data mahasiswa terjadi pada salah satu rekannya sekitar pukul 05.00 WIB dengan percobaan masuk ke akun email. Namun, kasus pertama tersebut tidak ditanggapi dengan serius.

"Tapi setelah adanya pemberitaan di Twitter, kita langsung coba crosscheck ke orang-orang yang namanya tercantum. Rata-rata angkatan 2019 dan salah satunya ketua jurusan di Jurusan Akuntansi Syariah," ujarnya.

Sementara itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung membantah adanya kebocoran data mahasiswa ke publik. Pihak kampus bahkan menyebut informasi tersebut hoaks.

Pernyataan UIN Bandung yang menyanggah informasi tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman bernomor 001/Un.05/PTIPD/PP.00.9/01/2021. Diketahui surat tersebut ditanda tangani oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Undang Syarifudin dengan tembusan Rektor UIN.

"Sehubungan dengan beredarnya berita tanggal 7 Januari 2021 melalui akun media sosial @collegemenfess tentang kabar kebocoran data UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut," tulis pembuka surat tersebut yang diterima detikcom.

"Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) mengklarifikasi TIDAK BENAR adanya kebocoran data IT Centre UIN Sunan Gunung Djati Bandung," lanjut isi poin pertama.

Saat dikonfirmasi, Kepala Humas UIN Bandung Helmi pun menegaskan tidak terjadi kebocoran data baik dari Universitas maupun mahasiswa. Perkataannya tersebut berbanding terbalik saat dikonfirmasi sebelumnya.

Kemudian, pihaknya mengimbau sebagai langkah preventif, seluruh civitas akademika untuk melakukan perubahan password secara berkala untuk menjaga keamanan akun masing-masing.

"Nanti ada pernyataan dari Dema via video. Data mahasiswa aman, tidak ada yang bocor," katanya.

(mso/mso)