Kasus COVID-19 Tembus 2.000, Pemkot Cirebon Evaluasi KBM Tatap Muka

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:12 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Cirebon -

Pemkot Cirebon, Jawa Barat, belum menerbitkan rekomendasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemkot Cirebon mengaku masih mengevaluasi rencana KBM tatap muka.

"Pak Wali juga belum memberikan ruang untuk (KBM) tatap muka langsung. Sebetulnya untuk Kota Cirebon sudah siap," kata Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati kepada awak media di kawasan Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021).

Eti menerangkan untuk melaksanakan KBM tatap muka tak semudah dengan apa yang telah dipersiapkan. Ia menilai banyak hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan KBM tatap muka.

Kendati demikian, Eti mengaku Pemkot Cirebon telah maksimal untuk melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online. "Walaupun PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ini maksimal, tapi KBM tatap muka jauh lebih optimal. Namun, evaluasi dari satgas (Penanganan COVID-19) belum ada rekomendasi untuk normal kembali," kata politikus Partai Nasdem itu.

Eti juga menerangkan pelaksanaan KBM tatap muka harus dilakukan bertahap. Pembatasan aktivitas di lingkungan sekolah menjadi kunci keberhasilan KBM tatap muka.

"Jika seandainya dibuka mungkin bisa saja. Ya harus pembagian kelas. Prokes harus dijaga. Swab juga harus dilakukan. Sehingga memerlukan anggaran yang tidak sedikit," kata Eti.

"Ketua Satgas yaitu Pak Wali Kota belum menginstruksikan untuk tatap muka, jadi masih dengan regulasi yang lama. Tentu ini demi keamanan bersama," kata Eti menambahkan.

Sekadar diketahui, dikutip dari laman covid19.cirebonkota.go.id menyebutkan hingga Rabu (6/1/2021) kemarin, kasus positif COVID-19 di Kota Cirebon mencapai 2.284 pasien. Sebanyak, 415 pasien masih menjalani isolasi dan perawatan. Dan, 88 pasien meninggal dunia.

(mso/mso)