Jabar Sepekan: Isu Aa Gym Cerai Lagi-Bocah Cianjur Parodikan 'Indonesia Raya'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 21:10 WIB
Pasca diumumkan pelarangan terhadap Ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, karangan buang berdatangan ke kantor pemerintah Jabar hingga markas TNI dan Polri. Karangan bunga itu, berisikan pesan terimakasih kepada pemerintah, TNI dan Polri yang setia mengawal keutuhan NKRI.
Karangan bunga menghiasi Gedung Sate dan markas Kodam III Siliwangi juga Polda Jabar usai FPI dibubarkan pemerintah/Foto: Wisma Putra
Bandung -

Sejumlah peristiwa dan isu menarik terjadi di Jawa Barat dalam sepekan terakhir ini. Salah satu yang menyita perhatian adalah pelarangan aktivitas Front Pembela Islam (FPI) yang menuai beragam respons.

Kemudian, masih terkait vaksinasi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tak akan divaksin COVID-19 yang kedua kalinya, usai menjadi relawan uji klinis vaksin.

Sementara itu, polisi berhasil mengungkap identitas pembuat parodi lagu Indonesia Raya, yang secara mengejutkan adalah anak SMP di Cianjur. Apa saja berita menarik yang terjadi di Jabar dalam sepekan ini ? berikut rangkumannya :

1. Ridwan Kamil Tak Akan Disuntik Vaksin Corona dari Pemerintah Pusat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut dirinya tak akan disuntik vaksin COVID-19 Sinovac yang dibeli oleh pemerintah pusat. Sebab, ia sudah disuntik vaksin yang saat ini tengah diujicoba.

Seperti diketahui, ada dua jenis vaksin COVID-19 yang saat ini ada di Indonesia. Pertama vaksin dari Biofarma yang tengah diujicoba di mana Ridwan Kamil jadi relawan dan kedua vaksin yang dibeli oleh pemerintah pusat.

"Vaksin dibagi dua, langsung dan yang di Biofarma. Saya sendiri setelah konsultasi dengan Pak Doni tidak diizinkan vaksin lagi nanti takut akan tercampur dengan vaksin yang diujicoba di Biofarma," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (28/12/2020).

Sebagai gantinya, kata Kang Emil, beberapa tokoh hingga Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang akan disuntik vaksin hasil pembelian pemerintah pusat.

"Kemungkinan tokoh-tokoh Jabar yang mengikuti teladan Pak Presiden mulai dari Wagub dan pejabat lainnya yang ditentukan, baru lain-lain mengikuti," tuturnya.

Terkait vaksin sendiri, Emil menyebut Jabar membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Pihaknya juga sudah mengajukan ke pemerintah pusat terkait hal itu.

Di samping itu, sambil menunggu ketersediaan vaksin, Pemprov Jabar menyiapkan fasilitas lain miliki dari lokasi penyuntikan hingga tenaga kesehatan yang akan menyuntikan vaksin kepada masyarakat.

"Terkait vaksin kita sudah menghitung, Jabar minimal membutuhkan 67 juta dosis vaksin. Sudah siap kurang lebih 1.000 puskesmas dan 90 rumah sakit, sudah dilatih dalam pemberian vaksin yang kemungkinan diselenggarakan di minggu ketiga bulan Januari," ujar Kang Emil.

Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Universitas Padjadjaran (Unpad) memastikan relawan vaksin yang mendapatkan suntikan plasebo atau obat kosong akan disuntik oleh vaksin sesungguhnya setelah proses uji klinis selesai.

Seperti diketahui tidak semua relawan mendapatkan vaksin betulan, ada pula kelompok yang mendapatkan obat kosong. Seorang relawan tidak mengetahui apakah dirinya mendapatkan plasebo atau vaksin betulan. Semua itu akan dibuka setelah proses uji klinis selesai.

"Nanti setelah selesai penelitian baru kelompok plasebo akan mendapatkan dua kali vaksin," ujar Koordinator Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Eddy Fadlyana saat dihubungi detikcom, Selasa (29/12/2020).

Sementara sebaliknya, bagi relawan yang mendapatkan suntikan vaksin atau non-plasebo dalam proses uji klinis tak perlu mendapatkan vaksinasi COVID-19 lagi. "Iya betul (tak perlu divaksin kembali)," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5