Pengeroyok Pria hingga Berlumuran Darah di Bandung Masih Berkeliaran Bebas

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 15:15 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: andi saputra
Bandung -

Identitas tiga pelaku penganiayaan terhadap seorang pria bernama Dani Rustandi (42) di Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Binong, Batununggal, Kota Bandung pekan lalu masih menjadi misteri.

Polisi masih mendalami kasus yang menyebabkan korban berlumuran darah dan terkapar di bahu jalan. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Adanan Mangopang mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan.

Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang merekam detik-detik penganiayaan yang diduga dilakukan anggota geng motor. "Yang di Binong masih lidik, kita sudah coba ambil cctv tapi hasilnya enggak jelas," ujar Adanan saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021).

Aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (27/12) subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Diduga ada tiga orang yang menganiaya korban.

Kapolsek Batununggal Iptu Muryadi mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke TKP guna upaya penyelidikan. Pihaknya tengah mencari saksi dan CCTV sekitar lokasi kejadian.

"Upaya yang sudah dilakukan adalah mencari dan mintai keterangan saksi-saksi di sekitar TKP, cek CCTV sekitar," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video seorang pria berlumuran darah terkapar di bahu jalan. Video korban berlumuran darah tersebut tersebar di aplikasi perpesanan. Dalam video yang dilihat detikcom pada Senin (28/12/2020) itu, pria tersebut tengah duduk di bahu jalan dengan darah berlumuran di kepala.

Dalam video tersebut, sejumlah warga sekitar tampak mendekat ke arah korban. Mereka hendak membantu korban yang sudah berlumuran darah itu.

"Allahuakbar, Ieu dibegal ieu (ini dibegal ini)," ujar seorang pria dalam video tersebut.

Pria di balik kamera itupun sempat menanyakan kepada korban. Dia bertanya tujuan dari korban.

"Bade ka pasar pak ? (mau ke pasar pak?)," tanya pria tersebut.

"Uih damel (pulang kerja)," jawab korban.

(yum/ern)