ADVERTISEMENT

Lampu LED Hemat Energi Buatan Pelajar Sumedang Tembus Pasar Kalimantan

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 10:13 WIB
Pelajar di Sumedang membuat lampu LED hemat energi yang diminati luar daerah
Ilustrasi (Foto: Yudha Maulana)
Sumedang -

Para pelajar di SMKN 1 Sumedang memproduksi lampu LED hemat energi di tengah masa pandemi COVID-19. Lampu yang diberi label Nesas LED Lamp itu telah tembus ke pasar di Kalimantan.

Adang Maulana (17) salah seorang siswa yang tergabung dalam program tersebut mengatakan, lampu merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Walau diakuinya, saat ini banyak lampu dari produsen ternama, tapi hal itu tak menyurutkan siswa binaan program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) itu untuk turut berkreasi.

"Melihat karena banyak sekali (lampu) digunakan oleh masyarakat. Disini kami merakit lampu LED berawal dari pertama menyiapkan produk, dilanjutkan proses merakit, penyolderan, perekatan dan pemberian label," ujar saat ditemui, Selasa (30/12).

Untuk membuat sebuah lampu LED, Adang dan keempat rekannya hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk memproduksi sebuah lampu LED. Tiap orang pun memiliki tugas yang berbeda-beda.

"Dari awal pembuatan produk sampai pembukusan perkiraan sampai 7 menit.
kami bekerja dengan satu tim berisi lima orang, bagiannya pertama dibagi
dengan lima tugas ketua, bendahara, pemasaran dan produksi. Jadi karena
kami terbatas orang, ketua maupun bendahara ikut membuat produk ini," katanya.

"Pemasaran kami menggunakan online atau pun menawarkan kepada teman
paling jauh ke Kalimantan awal pemasaran sampai sampai 50 pcs. karena kami menggunakan daya 5 samapau 15 watt dan dengan kualitas yang bagus dan juga tidak boros," katanya menambahkan.

Lampu yang diproduksi pun memiliki berbagai daya, mulai dari 5 sampai 15 Watt dengan harga yang bersaing. Untuk lampu 5 Watt dijual dengan harga Rp 12 ribu, 9 watt Rp 15 ribu, 12 Watt Rp 18 ribu dan 15 Watt Rp 20 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mendorong terus agar para pelajar melakukan inovasi dan terobosan dalam berbagai lini.

"Sebetulnya berawal dari upaya kita di tahun ajaran kedepan bagaimana
mengembangkan sma smk itu dengan pola BLUD. seperti contoh yang di SMK
Sumedang, diberi modal sekitar Rp10 juta ternyata dari modal yang diberikan kepala sekolah kepada siswa. Tentunya ini bagian yang harus terus kita dorong, karena salah satu program atau kurikulum yang ada di SMK yaitu bagaimana SMK-SMK ini harus mampu mencipta," kata Dedi.

Ia pun akan mengkolaborasikan hasil karya anak-anak SMKN 1 Sumedang ini dengan desa-desa di Jabar yang belum memiliki layanan penerangan. Pasalnya, masih banyak desa yang belum disentuh listrik.

"Nah dengan mereka mencipta sebuah lampu led ini merupakan bukti bahwa ciptaan mereka layak dan laku di pasaran. Ini tentu kita dorong kedepannya, bagaimana siswa smk bisa berkolaborasi dengan 5.320 desa dalam menyesaikan kampung-kampung di desa yang masih redup yang belum ada listrik," ujarnya.

(yum/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT