Soal Banjir di Bandung, BNPB: Air Lebihi Batas Siaga Citarum

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 17:53 WIB
Ribuan keluarga di Dayeuhkolot Bandung terdampak banjir
Banjir di Bandung (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung - Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Abdul Muhari mengatakan, penyebab banjir yang terjadi di Bandung pada Kamis kemarin (24/12) salah satunya karena grafik permukaan air di Citarum lebih tinggi dari grafik batas siaga dan waspada.

"Keadaan tersebut juga diakibatkan intensitas hujan yang lebih lebat mulai dari pukul 16.00 WIB sore kemarin," ujar Abdul saat dihubungi detikcom, Jumat (25/12/2020).

Abdul menuturkan, banjir yang terjadi di beberapa daerah di Bandung merupakan bencana yang berulang. "Sebenarnya banjir yang di Bandung kemarin itu bukan bukan banjir mendadak, itu sudah banjir perulangan yang sering terjadi di Baleendah, Bojongsoang. Ini merupakan daerah yang hampir rutin," katanya.

Kemudian, dia juga menilai dari kejadian tersebut memberikan gambaran bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan perlu dibenahi untuk penanggulangan jangka panjang.

"Memang banjir yang kemarin lebih besar dari yang banjir rutin seperti sebelumnya terjadi. Harusnya dari video-video amatir yang ada dilihat lebih dahsyat dan lebih cepat. Ini mungkin memberikan gambaran juga bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan khususnya di hulu perlu kita benahi lagi untuk pencegahan banjir jangka menengah dan jangka panjang," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyebut perlu melihat dan mengkaji lebih dalam mengenai bencana banjir rutinan di Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan beberapa daerah lain.

"Tetapi pada intinya ini memperlihatkan bahwa daya dukung dan daya tampung lingkungan khususnya di daerah hulu itu perlu kita perhatikan lebih dalam untuk pencegahan kejadian serupa ke depannya. Ini adalah solusi jangka menengah dan jangka panjang karena ini berkaitan juga dengan Citarum yang saat ini masih menjadi pojok besar untuk bisa direvitalisasi kembali supaya mampu setidaknya mengurangi potensi kejadian serupa di masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) mengupdate pada hari ini pukul 08.00 WIB tercatat 1.638 KK atau 6.588 jiwa terdampak dengan kerugian materil 1.638 unit rumah terendam, 2 Unit rumah (RB), banjir dengan arus yang cukup deras menggenangi jalan raya dengan TMA 100-300 cm.

Beberapa lokasi yang terindentifikasi terdampak banjir di Kota Bandung yaitu Kecamatan Sukajadi (Jl.Sukamulya, Jl Pasteur), Kecamatan Bojongloa (Jl.Pagarsih), Kecamatan Andir (Jl.paledang), Kecamatan Astana Anyar (Jl. Inhoftank Jl.Natawijaya), dan Kecamatan Cicendo.

"Kondisi mutakhir beberapa jalan sudah mulai surut seperti Jalan Pasteur, Jalan Inhoftank dan Jalan Paledang," ujar Abdul. (mud/mud)