Kaleidoskop 2020

Heboh Kelompok di Jabar: Klaim Kendalikan Nuklir dan Ubah Lambang Pancasila

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 09:18 WIB
Geger Sunda empire
Geger Sunda Empire (Foto: Tangkapan layar di facebook yang viral)
Bandung -

Kemunculan kelompok serta kerajaan fiktif menghebohkan publik di tahun 2020. Mulai dari Sunda Empire hingga King Of The King.

1. Sunda Empire

Di awal tahun 2020, publik dihebohkan dengan kemunculan Sunda Empire. Kelompok berseragam ala militer ini mengklaim sebagai kelompok 'penguasa' dunia.

Kemunculan Sunda Empire ini bermula dari video yang beredar di kanal YouTube. Dalam video itu memperlihatkan kegiatan sekelompok orang berseragam yang diketahui berada di kawasan Isola, UPI Bandung.

Sunda EmpireAktivitas Sunda Empire. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Usut punya usut, kelompok ini dipimpin oleh Grand Prima MinisterNasri Banks danistrinya Kaisar Raden RatnaNingrum. Selain kedua nama itu, ada pula Raden RanggaSasana selalu Sekjen Sunda Empire.

Dalam berbagai kegiatan, Sunda Empire kerap mengklaim sebagai penguasa dunia. Salah satu narasinya yakni hampir seluruh negara di dunia ini merupakan anggota Sunda Empire. Bahkan, NATO, PBB hingga organisasi dunia lainnya pun diklaim merupakan anggota mereka.

Bahkan, Sunda Empire mengklaim negara-negara di dunia ini harus melakukan daftar ulang ke Bandung. Tak hanya itu, narasi mencengangkan muncul dari Rangga yang mengaku Sunda Empire mampu mengendalikan nuklir.

Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana tiba di Kantor Polda Jabar.Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana tiba di Kantor Polda Jabar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

'Kedigdayaan' Sunda Empire tak berselang lama. Polda Jawa Barat lantas menangkap tiga orang petinggi Sunda Empire itu. Mereka dianggap menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Singkat cerita, tiga orang tersebut duduk di kursi pesakitan. Mereka diadili di hadapann majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung.

Sidang berjalan hingga akhirnya mereka dijatuhi hukuman. Majelis hakim memvonis tiga terdakwa dengan hukuman masing-masing dua tahun bui.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap ketiga terdakwa pidana masing-masing dua tahun," ucap hakim T Benny Eko Supriyadi saat membacakan amar putusannya.

Majelis hakim menilai, perbuatan ketiga terdakwa ini bersalah sesuai dakwaan pertama yakni Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 tahun 1946. Menurut hakim, tidak ada alasan pemaaf atas perbuatan ketiganya itu.

sidang perdana sunda empire rangga csSidang Sunda Empire. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3