Persentase Kematian Corona di Majalengka Lampaui Jabar dan Nasional

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 11:49 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Majalengka -

Angka kematian akibat virus Corona di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat terus bertambah. Tercatat hingga Selasa (22/12/2020) 96 dari 1.008 pasien COVID-19 di Kabupaten Majalengka meninggal dunia.

Jumlah itu diketahui jauh melebihi presentasi kematian di tingkat Jawa Barat yang hanya 1,5 persen dan tingkat nasional yang di bawah 3 persen.

"Yang jadi perhatian kita itu angka kematian, dari 1.008 kasus terkonfirmasi 96 pasien meninggal dunia. Kalau dipresentasikan 9,4 persen, itu sangat tinggi karena kalau di Jabar hanya 1,5 persen dan nasional di bawah 3 persen," kata juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Majalengka Alimudin.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor penyebab tingginya angka kematian di Kabupaten Majalengka. Yang pertama kata dia rata-rata pasien yang meninggal akibat virus Corona memiliki penyakit penyerta.

"Rata-rata pasien yang datang ke rumah sakit itu dalam kondisi berat dan disertai penyakit penyerta. Kalau yang datang rata-rata sudah berat kondisinya ya ICU nya harus ada, kalau hanya di UGD ya bisa kebayang makanya harus segera diadakan,." ungkapnya.

Selain itu belum tersedianya ruang ICU untuk menangani pasien COVID-19 serta minimnya ketersediaan tempat tidur di dua rumah sakit daerah itu juga menurut Alimudin jadi faktor penyebab tingginya angka kematian di Kabupaten Majalengka.

Bahkan kata Alimudin RSUD Majalengka dan RSUD Cideres hanya menyediakan 6,5 persen tempat tidur dari yang seharusnya 30 persen sesuai standar yang ditetapkan Kemenkes.

"Kita akui memang di rumah sakit daerah yang ada di Majalengka belum tersedia ruang ICU khusus untuk menangani pasien COVID-19. Kemudian kapasitas tempat tidur itu harusnya 30 persen dan di dua rumah sakit yang ada baru menerapkan 6,5 persen artinya masih jauh dari standar," tegasnya.

Saat ini dari kapasitas 15 tempat tidur yang ada di RSUD Majalengka semuanya sudah terisi penuh. Sementara di RSUD Cideres dari 15 tempat tidur yang ada hanya tersisa 3 tempat tidur.

Alimudin juga menegaskan Bupati Majalengka Karna Sobahi telah meminta pihak dua rumah sakit daerah tersebut untuk segera menyediakan ruang ICU serta menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19.

"Bupati sudah menekankan untuk diadakan ruang ICU dan untuk segera dilakukan penambahan tempat tidur di rumah sakit. Bupati meminta dua hal itu segera di tindaklanjuti," pungkasnya.

(mud/mud)