6 Santri di Bandung Kedapatan Bawa Panah Saat Operasi Penyekatan Aksi 1812

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 15:26 WIB
Polisi di Bandung mengamankan panah saat penyekatan massa 1812
Polisi di Bandung mengamankan panah saat penyekatan massa 1812 (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Enam orang santri diamankan oleh petugas kepolisian Polresta Bandung. Mereka kedapatan membawa panah, yang disimpan di dalam mobil, saat petugas melakukan pengamanan dan penyekatan jelang aksi 1812.

Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Bimantoro Kurniawan menjelaskan, temuan tersebut terjadi di Bundaran Nagrog, Cicalengka, Kabupaten Bandung pada Kamis (17/12) sekira pukul 16.00 WIB. Enam orang diamankan dan dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Mapolresta Bandung.

"Dengan adanya rencana aksi 1812, Polresta Bandung melaksanakan kegiatan pengamanan dan penyekatan massa yang mengarah ke Jakarta, dan pada saat melaksanakan kegiatan tersebut pihak kepolisian mengamankan satu unit kendaraan dan enam orang santri," terang Bimantoro saat dihubungi melalui pesan singkat oleh detikcom, Jumat (18/12/2020).

Terang Bimantoro, mobil Daihatsu dengan nomor polisi AD 8608 BK itu terkena operasi yang dilakukan petugas kepolisian. Saat diperiksa, enam orang tersebut berangkat dari salah satu pesantren di Tasikmalaya.

Di dalam mobil pun, petugas menemukan dua busur dan 10 anak panah. Mereka, mobil dan panah pun diamankan petugas ke Mapolresta Bandung.

"Setelah dilakukan interogasi, sodara MB membawa dua busur panah berikut 10 anak panah hasil meminjam dari salah satu pesantren. Kemudian alat busur panah berikut anak panah dibawa bersama teman-temannya pada saat liburan pulang ke rumah MB di Tasikmalaya," terang Bimantoro.

Dari keterangan enam orang santri, panah tersebut digunakan untuk memperkenalkan olahraga panahan di pesantren milik orang tua MB di Tasikmalaya. Keenamnya diketahui merupakan santri di pesantren yang ada di Bogor.

"Mereka sekalian memperkenalkan olahraga panahan ke salah satu pesantren milik orang tua sodara MB di Tasikmalaya," ucapnya.

Saat ditanyai enam orang tersebut akan ikut aksi 1812, Bimantoro belum bisa berkomentar banyak. "Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi tersebut," paparnya.

(mud/mud)