Cuaca Buruk-Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan Cianjur 'Nganggur'

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 15:06 WIB
Nelayan Cianjur tak melaut imbas cuaca ektrem dan gelombang tinggi.
Foto: Nelayan Cianjur tak melaut imbas cuaca ektrem dan gelombang tinggi (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Ratusan nelayan di Pantai Jayanti Cianjur, Jawa Barat memilih untuk berhenti melaut. Pasalnya sejak sepekan terakhir terjadi cuaca ekstrem mengakibatkan gelombang tinggi.

Ketua kelompok usaha bersama nelayan Jayanti Agus Bambang Irawan mengatakan gelombang di laut selatan mencapai 4-5 meter. Hal itu diakibatkan adanya cuaca buruk disertai angin kencang.

"Gelombang tinggi kang, sudah sejak sepekan terakhir," kata dia, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya para nelayan memilih untuk tidak melaut karena dapat membahayakan jika memaksakan mencari ikan. "Sekitar tiga hari lalu ada nelayan yang memaksakan diri melaut, namun dia malah tenggelam, beruntung dapat diselamatkan," ujarnya.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi juga membuat tangkapan ikan turun mencapai 50 persen. "Makanya dari pada melaut dengan hasil tanggapan tidak maksimal. Ratusan nelayan di Jayanti ini memilih untuk tidak melaut hingga cuaca kembali normal," katanya.

Untuk sementara sebagian nelayan memilih untuk bertani. Tapi bagi nelayan yang tidak punya lahan garapan hanya berdiam di rumah berharap cuaca segera normal.

"Hanya sebagian kecil yang jadi petani, kebanyakan nganggur selama cuaca buruk ini," ucapnya.

Sementara itu Kepala UPTD PPI Jayanti Eli Muslihat mengimbau kepada para nelayan tidak melaut selama cuaca buruk. "Sementara waktu jangan dulu melaut karena kondisi Cuaca lagi buruk," katanya.

Dia menambahkan, sebagian nelayan masuk dalam penerima bantuan dampak dari adanya pandemi COVID-19 dari Kementerian Sosial bukan dari Kementerian Kelautan.

"Sayangnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak semua Nelayan mendapatkan bantuan karena datanya dari Kementerian Sosial bukan dari data pihak kami. Harapan kami selaku Kepala PPI ingin bantuan itu merata kebagian bagi para nelayan semuanya khususnya yang ada di Pantai Jayanti," ujarnya..

(mso/mso)