PLTS Terapung Terbesar se-Asia Tenggara Dibangun di Bandung 2021

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 10:58 WIB
PLTS terapung terbesar di Asia akan dibangun di Bandung
PLTS terapung (Foto: Yudha Maulana)
Bandung Barat -

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung akan dibangun di Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada 2021 mendatang. PLTS terapung berkapasitas 145MW ini akan menjadi yang terbesar di Asia dan menjadi yang pertama di Indonesia.

Pembangunan PLTS terapung ini merupakan kolaborasi dari anak perusahaan PT PLN, yakni PT Pembangkit Jawa - Bali (PJBi) dan Masdar, perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). PLTS yang akan memasok kebutuhan listrik di Jawa ini memiliki nilai investasi sebesar 129 juta Dollar.

"Ini salah satu project solar panel yang terbesar di Asia Tenggara, besarannya adalah 145 megawatt. Ini adalah betul- betul pembangkit listrik yang ramah lingkungan," ujar
Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dalam keterangannya, Jumat (18/12).

Menurutnya, PLTS terapung ini lebih ramah lingkungan sesuai dengan 'Paris Agreement' yang dibuat dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB pada 2015 lalu di Paris, Perancis.

"Kita mempunyai agreement, yakni 'Paris Agreement,' yang kita harus menurunkan emisi karbon. Ini adalah salah satunya yang ramah lingkungan yang pertama kali. Kalau yang di darat kita sudah ada, tapi kalau yang mengapung di perairan itu baru pertama kali. Maka itu di samping kita punya pembangkit listrik, kita pun bisa menyelamatkan lingkungan, environtmentally friendly," katanya.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, proyek PLTS terapung ini bagian dari upaya menggali potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar, yakni mencapai 207 gigawatt (GW).

Sementara pemanfaatan energi surya menurutnya saat ini baru 150 megawatt (MW). Dia berharap agar energi surya bisa memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target bauran EBT nasional.

"Pengembangan PLTS Terapung Cirata ini merupakan salah satu dari 16 kerja sama yang telah disepakati antara Indonesia dengan UEA. Kami harap proyek ini jadi inspirasi perusahaan besar lainnya untuk kontribusi dalam pemanfaatan EBT (Energi Baru Terbarukan) khususnya surya," paparnya.

Adapun beberapa tujuan dari PLTS Cirata adalah memanfaatkan area waduk, meningkatkan bauran EBT, memenuhi permintaan listrik di sistem Jawa.

Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Aries Indanato, pihaknya berkomitmen mengawal PLTS Terapung Cirata dari awal sampai akhir proyek.

PLTS ini merupakan salah satu proyek yang bersifat strategis memberi kontribusi terhadap energi baru terbarukan di Indonesia.

Adapun menurut dia, secara umum realisasi investasi dari tahun ke tahun Jawa Barat selalu menempati urutan pertama, dalam melakukan investasi terutama dalam PMA.

Ia berharap Pemprov Jabar bisa mengawal pembangunan proyek ini hingga selesai. "Hingga beroperasi kemudian memberi manfaat bagi masyarakat sekitar," tambah dia.

CEO Masdar Mohammad Jameel Al Ramahi mengatakan bahwa PLTS Terapung Cirata merupakan proyek strategis bagi Masdar.

"Proyek ini merupakan usaha patungan pertama kami di wilayah ini. Masdar aktif di lebih dari 30 negara dengan kapasitas terpasang sekitar 11 GW di seluruh dunia," kata Jameel.

(yum/mud)