Aksi Bela HRS Timbulkan Kerumunan, Kapolres Kuningan: Sudah Diingatkan

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 17:48 WIB
Massa kembali geruduk Mapolres Kuningan desak Habib Rizieq dibebaskan.
Foto: Pendukung Habib Rizieq geruduk Polres Kuningan (Bima Bagaskara/detikcom).
Kuningan - Polisi akan meneliti dugaan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam aksi bela Habib Rizieq yang dilakukan ratusan massa di depan Mapolres Kuningan, Kamis (17/12/2020).

Seperti diketahui aksi yang menuntut dibebaskannya Habib Rizieq di depan Mapolres Kuningan itu melibatkan ratusan massa dan menimbulkan kerumunan, meskipun semua massa datang menggunakan masker.

Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik mengatakan akan meneliti kemungkinan terjadinya pelanggaran prokes dalam aksi ratusan massa tersebut.

"Akan kita lihat nanti (pelanggaran prokes)," ucapnya saat diwawancarai detikcom.

Ia mengaku sebelum aksi itu dilaksanakan, Polres Kuningan telah meminta korlap aksi untuk mentaati prokes. Meski terjadi kerumunan kata Lukman sebagian massa yang datang menggunakan masker.

"Tadi malam sudah diingatkan korlap aksi untuk protokol kesehatan, tapi tadi sebagian besar mereka menggunakan masker," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya ratusan massa simpatisan Habib Rizieq menggeruduk Mapolres Kuningan. Massa yang datang melaksanakan sholat ghoib di depan Mapolres Kuningan Jalan RE Martadinata, Kabupaten Kuningan.

Andi Budiman salah seorang perwakilan massa mengungkapkan kedatangannya bersama ratusan massa adalah untuk menuntut dibebaskannya Imam Besar FPI Habib Rizieq.

"Kami meminta dibebaskannya Imam Besar kami Habib Rizieq Shihab karena beliau tidak melalukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan. Ini perlu penegakan dan keadilan hukum," tegas Andi saat diwawancarai wartawan.

Selain meminta Habib Rizieq dibebaskan, massa juga meminta adanya keadilan terhadap penembakan 6 Laskar FPI di Tol Cikampek KM 50.

"Untuk 6 laskar kami mengharapkan semuanya bisa terkuat apakah benar kejadian dan peristiwanya seperti itu. Kami menuntut keadilan, ada tim independen yang bisa mencari fakta sebenarnya," ujar Andi. (mso/mso)