Cerita Warga Dengar Gemuruh Saat Longsor di Kawasan Geopark Ciletuh

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 14:06 WIB
Longsor di Geopark Ciletuh Sukabumi
Longsor di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Sejumlah warga mengaku mendengar suara gemuruh saat material longsor menerjang akses jalan utama Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Bambang (43), warga Kampung Sangrawayang Kecamatan Simpenan, mendengar gemuruh pada pukul 03.00 WIB, Rabu (16/12/2020). Saat itu situasi hujan gerimis mengguyur di sekitar lokasi kejadian.

"Sebelumnya sempat mendengar suara gemuruh, ternyata sumbernya dari material longsor berupa batu bercampur tanah. Ketika di cek pagi longsoran menutup jalan sepanjang 30 meter dengan ketebalan material tiga meter," kata Bambang.

Lokasi longsor yang menimbun ruas jalan Palabuhanratu - Geopark Ciletuh arah Palangpang itu memang berada di dekat permukiman warga. Hanya berjarak sekitar 100 meter, posisi jalan menyangga material longsor hingga tidak sampai ke perkampungan.

Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Yayan Bastiar menjelaskan berdasarkan hasil asesmen di lapangan, ambruknya tebing yang menutup akses tersebut terjadi di ruas jalur sabuk Geopark Ciletuh - Palabuhanratu atau tepatnya di Km 26 Loji - Blewer.

"Kata warga kejadian sekitar pukul 03.00 WIB, akibat adanya longsor itu jalan sabuk geopark tertutup material longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja hingga saat ini akses jalan dari Loji menuju Geopark Ciletuh terputus kendaraan baik roda dua dan empat tidak karena terhalang. Ketinggian tebing longsor sekitar 15 meter, lebar yang tergerus longsor sekitar 20 meter," tutur Yayan.

Untuk penganan sementara, lanjut Yayan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur terkait, baik Pemdes Sangrawayang maupun pihak Kecamatan Simpenan, serta TNI dan Polri. "Sementara sudah ada penanganan dari dinas pekerjaan Umum Provinsi, untuk membersihkan material dengan menggunakan alat berat," ujar Yayat.

(sya/bbn)