Respons Polda Banten soal Kerumunan Massa Habib Rizieq

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 20:23 WIB
Aksi unjuk rasa protes penahanan Habib Rizieq di Kantor Pemprov Banten
Aksi unjuk rasa protes penahanan Habib Rizieq di Kantor Pemprov Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Polisi menyekat massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) yang akan aksi di Polda Banten. Namun massa tetap menggelar unjuk rasa di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Massa pun sempat berkerumun.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menjelaskan pihaknya langsung meminta massa membubarkan diri setelah mereka menyampaikan tuntutan. Upaya penyekatan dan pembubaran adalah bentuk pencegahan agar tidak terjadi penularan virus Corona.

"Sampai saat ini tindakan kita baru sebatas preventif saja. Kita lakukan pencegahan supaya tidak berkumpul jadi satu. Makanya dilakukan penyekatan, setelah itu kita bubarkan, jadi nggak perlu ada langkah lanjut karena mereka nggak ngotot dan melawan. Kita sebatas upaya kepolisian dan satgas imbauan dan pembubaran," ujar Edy kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (15/12/2020).

Pihaknya tidak menyarankan adanya kerumunan dalam penyampaian aspirasi. Makanya, menurut Edy, antisipasi serupa bisa dilakukan jika ada hal serupa.

Massa yang datang itu dari berbagai daerah antara lain Lebak dan Pandeglang. Polisi membuat sekat agar massa tidak masuk yaitu di lampu merah perempatan Boru, pertigaan di Parung dekat Terminal Pakupatan, dan di sepanjang KP3B.

"Jadi kita buat tiga titik untuk memecah konsentrasi agar tidak jadi satu," ujar Edy.

Meski massa pendukung Rizieq sudah disekat, ada massa yang kemudian menyampaikan aspirasi di KP3B. Tapi, Edy menjelaskan, mereka langsung diminta membubarkan diri.

"Di situasi seperti ini, menyampaikan aspirasi silahkan, kita terima. Tapi segera balik kanan," ucap Edy menegaskan.

(bri/bbn)