Dalam Sepekan, Sudah 48 Kambing di Kuningan Mati Misterius

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 14 Des 2020 16:24 WIB
15 kambing di Kuningan menjadi korban makhluk diduga penghisap darah
Ilustrasi (Foto: Bima Bagaskara)
Kuningan -

Warga Kabupaten Kuningan digegerkan dengan matinya puluhan ekor kambing secara misterius di Kecamatan Cibingbin. Dalam kurun waktu sepekan terakhir sudah 48 kambing yang dikabarkan mati misterius.

Kambing-kambing yang mati itu semuanya ditemukan dalam kondisi utuh. Bahkan sebagian besar nyaris tanpa luka. Menurut warga kambing yang mati itu hanya diisap darahnya oleh hewan misterius yang belum diketahui jenisnya.

Kepala Bidang Peternakan Disan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Lya Priliyawati mengatakan peristiwa kambing mati misterius terjadi di tiga desa yakni Desa Cipondok, Desa Ciangir dan Desa Sukaharja Kecamatan Cibingbin.

"Hari Kamis menerima laporan di Cipondok ada kambing mati 24 ekor, kemudian berlanjut hari berikutnya di Desa Ciangir ada 9 kambing dan yang terakhir hari Minggu kemarin di Desa Sukaharja ada 15 ekor kambing," kata Lya ketika diwawancarai detikcom di Desa Sukaraja Senin (14/12/2020).

Lya juga menjelaskan pihaknya akan berupaya mengidentifikasi penyebab matinya kambing-kambing warga tersebut. Namun kata Lya kuat dugaan anjing liar lah yang menjadi dalang dari matinya 48 ekor kambing itu.

"Sementara ini asumsi kita yang melakukan anjing liar karena menurut pengakuan warga, mereka mendengar suara anjing yang jumlahnya lebih dari satu. Kalau dari indikasi anjing bergerombol itu anjing liar," ungkapnya.

"Tapi kami dari bidang peternakan datang ke lokasi untuk identifikasi dan investigasi. Kita juga ingin mengetahui hewan apa yang memangsa ternak warga itu," lanjut Lya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa tidak lagi terjadi Lya menyarankan warga di tiga desa tersebut melakukan patroli malam hari. Selain itu Ia juga mengimbau untuk dibuat pagar yang mengelilingi kandang ternak warga.

"Antisipasi ke depannya mungkin warga harus mengadakan patroli. Kita juga sudah komunikasi dengan BKSDA untuk dibuat pagar kawat berduri dengan tinggi 3 meter karena kalau untuk menangkap mungkin susah," pungkasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Kapolsek Cibingbin Iptu Asep menambahkan kepolisian juga mengimbau warga untuk mengaktifkan lagi kegiatan siskamling.

Asep juga berencana untuk membuat sebuah perangkap yang nantinya dipasang di sekitar kandang ternak warga.

"Saya mungkin akan memasang perangkap di area sekitar kandang, mungkin itu yang akan diupayakan karena kalau membuat pagar itu memerlukan biaya yang tidak sedikit maka upaya sementara itu dulu memasang perangkap dan siskamling," tandasnya.

(mud/mud)