Dear Millenial, Pemprov Jabar Akan Kasih Lahan Bagi yang Minat Bertani

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 22:49 WIB
Ridwan Kamil sebut ekonomi digital di Jabar tumbuh di tengah pandemi
Ridwan Kamil (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Saat ini pekerjaan petani belum menjadi magnet bagi generasi millenial khususnya di Jawa Barat. Pemprov Jabar pun menyiapkan solusi untuk memikat milenial.

Berdasarkan hasil survei pertanian antar sensus (sutas) 2018 yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Jabar mencapai 3.250.825 orang. Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen.

Dengan kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggagas program 1.000 petani milenial untuk menumbuhkan minat bertani di kalangan anak muda sekaligus berperan serta dalam pertumbuhan agraria di Jawa Barat.

"Pemprov akan meminjamkan lahan-lahan menganggur di seluruh Jabar untuk dikelola oleh individu anak-anak muda nanti akan kita seleksi anak-anak mudanya yang menguasai teknologi atau pertaniannya kami harapkan adalah pertanian yang mengedepankan science based," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di acara West Java Food & Agricultural di Kota Bandung, Kamis (10/12/2020).

Saat ditanya perihal target penambahan pendapatan daerah dari program petani millenial ini, Emil mengatakan, pihaknya tidak menargetkan kontribusi secara statistik.

"Itu sedang kita hitung. Jadi kami tidak menargetkan dulu kontribusi secara statistik, 2021 itu tahun kesadaran. Kesadaran bahwa kalo kamu lulus dari universitas enggak usah ke Bandung ke Jakarta, di desa bisa dengan sejahtera," katanya.

Lebih lanjut, program ini di 2021 akan menjadi tahun edukasi. "Nanti kita hitung per bulannya bisa tiga kali UMR misalkan. Jadi tahun 2021 itu masih tahun edukasi," ujar Emil.

Setidaknya ada ratusan hektar tanah yang ada di Jawa Barat yang telah disiapkan Pemprov untuk petani millenial. "Berapa luasnya juga kita mengontrol dulu yang ranah provinsi nanti digabung tanah BUMN dan tanah Perhutani yang bisa dikerjasamakan dengan tanah pribadi. Kalo yang milik Jabar ada ratusan hektar dalam catatan kita yang bisa diketeng-keteng untuk dijadikan program petani," pungkasnya.

(mud/mud)