Kasus Positif Terus Melonjak di Kota Bogor, Bima Arya Ungkap Penyebabnya

M Solihin - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 22:04 WIB
Bima Arya tegur bank yang tidak lapor ada karyawan yang positif
Bima Arya (Foto: M Sholihin)
Bogor -

Kasus Positif COVID-19 di Kota Bogor terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan hari ini, jumlah penambahan kasus positif COVID-19 menjadi yang terbanyak selama pandemi di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, lonjakan kasus positif COVID-19 di Kota Bogor terjadi karena banyak pasien Positif COVID-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG) yang tidak mematuhi aturan yang berlaku. Sehingga menularkan ke anggota keluarganya yang lain.

"Kenapa ini terjadi lonjakan kasus ini karena ada pasien OTG yang isolasi mandiri yang tidak disiplin di rumah, sehingga terjadi lonjakan kasus rumah tangga," kata Bima Arya, Kamis (10/12/2020).

Berdasarkan catatan Satgas COVID-19 Kota Bogor, kasus positif COVID-19 bertambah 65 kasus per-Kamis (10/12/2020). Sehingga, total kasus positif COVID-19 di Kota Bogor bertambah menjadi 3.907 kasus.

Dari ribuan kasus positif COVID-19 itu, sebanyak 3.095 orang dinyatakan sembuh, 110 orang meninggal dunia dan sebanyak 702 orang masih dalam perawatan dan pemantauan tim medis.

"Penambahan kasus (Positif COVID-19) hari ini sebanyak 65 kasus, penambahan kasus selesai isolasi atau sembuh sebanyak 65 kasus, dalam pemantauan berkurang 1 kasus, kasus meninggal bertambah 1 kasus," tulis Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, Kamis (10/12/2020).

Sejak sepekan terakhir atau terhitung sejak tanggal 5 Desember 2020 lalu, penambahan kasus positif COVID-19 di Kota Bogor terbilang terus mengalami peningkatan secara signifikan.

Satgas COVID-19 Kota Bogor mencatat ada 350 kasus tambahan Positif COVID-19 selama sepekan terakhir. Dengan rata-rata tambahan kasus harian sebanyak 50-60 kasus.

Selain itu, lanjut Bima, ketersediaan tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 di Kota Bogor juga sudah melewati batas aman menurut standar WHO. Pemkot Bogor akan segera membangun RS darurat untuk penanganan pasien positif COVID-19 dengan gejala.

"Angkanya sudah tinggi, di atas standar WHO yang 60 persen, sekarang 83 persen (di Kota Bogor)," kata Bima.

"(Bed Occupancy Rate) Sekarang angkanya sudah di 83 persen, harus gerak cepat (penyediaan RS darurat). Sekarang ini masih bisa dihandle, tetapi bulan depan belum tentu, harus gerak cepat," tambah Bima menegaskan.

(mud/mud)