Hasil Sementara Jagoan PDIP di Pilkada Jabar: 4 Menang, 4 Kalah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 18:42 WIB
Ono Surono, ketua dpd pdip jawa barat, ketua dpd pdip jabar, anggota komisi iv dpr, pdip
Foto: Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono. (Dok Istimewa).
Bandung -

PDIP mengusung sejumlah kader pada kontestasi Pilkada serentak di Jawa Barat. Dari delapan daerah, PDIP mengklaim unggul di empat daerah dan kalah di empat daerah lainnya versi quick count.

Empat daerah yang diungguli PDIP yakni Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan empat daerah lainnya seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi dan Kota Depok jagoan PDIP kalah.

Ketua PDIP Jabar Ono Surono mengatakan pihaknya mengakui kekalahan jagoan PDIP di empat daerah tersebut. Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan PDIP tumbang di empat daerah salah satunya terkait kekuatan pasangan calon.

"Banyak faktor dan dari awal melalui survei, tidak mampu mengejar paslon lainnya," ujar Ono kepada detikcom, Kamis (10/12/2020).

Ono menyatakan kekalahan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk Pilkada selanjutnya. Proses memperkuat kaderisasi akan dilakukan jauh-jauh hari.

"Pasti (dievaluasi) paling tidak partai sudah melakukan penjaringan atau rekruitmen calon jauh-jaug hari sebelum pemilihan. Misalnya dua tahun sebelumnya, sehingga dalam melalukan upaya untuk mengenalkan figur calon dan menyakinkan rakyat terhadal visi misi dan programnya akan leluasa," kata dia.

Sementara itu, ada empat jagoan PDIP yang unggul dalam Pilkada serentak ini. Keempat unggulan PDIP itu yakni pasangan petahana Kabupaten Cianjur Herman Suherman-TB Mulyana dengan hasil 56,4 persen hasil hitung cepat dan real count partai dan KPUD.

Lalu di Kabupaten Pangandaran jagoan PDIP yakni petahana Jeje Wiradinata-Ujang Endin dengan perolehan quickcount 51,87 persen dan rekap C1 51,82 persen.

Di Kabupaten Indramayu, PDIP mengusung kader Nina Agustina yang berpasangan dengan Lucky Hakim. Perolehan pasangan tersebut berdasarkan quickcount sebesar 37,48 persen.

"Mampu mengalahkan dominasi Golkar yang telah berkuasa selama 20 tahun. Selisih 8,21 persen dari pasangan Daniel-Taufik yang diusung Partai Golkar," tuturnya.

Terakhir pasangan petahana di Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin yang diusung PDIP. Paslon tersebut diklaim unggul berdasarkan rekap C1 dengan perolehan 32,88 persen.

"Dengan kemenangan di empat Kabupaten ini, membuktikan PDI Perjuangan semakin dipercaya oleh rakyat di Jawa Barat. Bila pilkada lima tahun yang lalu, PDI Perjuangan hanya menang dan memiliki Bupati di Pangandaran saja, maka di tahun 2020 ini, Insya Allah akan memiliki Bupati yang merupakan Kader PDI Perjuangan di Cianjur, Indramayu, Pangandaran dan Tasikmalaya," kata Ono.

Ono menambahkan hasil tersebut bukan semata kerja dari partai melainkan masyarakat. Pihaknya memastikan paslon yang diusung PDIP bila terpilih akan menjalankan janji dan kewajibannya sebagai kepala daerah.

"Untuk menjaga dan mengamankan suara sampai ditetapkannya paslon terpilih oleh KPU, Partai telah menyiapkan data-data yang lengkap berupa c1, laporan dugaan kesalahan/kecurangan saat proses pencoblosan serta instrumen saksi partai dan tim hukum apabila ada yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya.

(dir/mso)