BMKG Prediksi Ciayumajakuning Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 19:21 WIB
Ilustrasi angin kencang
Ilustrasi (Foto: Dok. detikcom)
Cirebon -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat selama sepekan ke depan.

Prakirawan Stasiun BMKG Kertajati Faa Izyn mengatakan hasil analisis menunjukkan adanya potensi peningkatan awan hujan. "Ini terjadi selama sepekan ke depan di Ciayumajakuning. Peningkatan potensi pertumbuhan awan ini dapat disebabkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil," kata Faa Izyn kepada detikcom, Selasa (8/12/2020).

Selain kondisi atmosfer yang tak stabil, Faa Izyn mengatakan faktor lainnya adalah terjadinya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin di wilayah Indonesia. "Ada juga faktor pusaran angin yang terpantau di beberapa tempat. Ini dapat mendorong terbentuknya daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin," kata Faa Izyn.

"Kondisi demikian dapat menimbulkan curah hujan dengan intensitas tinggi disertai kilat dan angin kencang," kata Faa Izyn menambahkan.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Sebab bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor dan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (6/12/2020) kemarin, salah satu menara di Masjid Islamic Center Indramayu, Jawa Barat, ambruk diterjang hujan lebat dan angin kencang.tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, reruntuhan bangunan menara yang ambruk menimpa satu unit kendaraan minibus.

Kemudian, pada Jumat (4/12/2020) lalu, dua buruh yang bekerja di pabrik makanan ringan di Desa Bendungan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tewas tertimpa reruntuhan tembok pabrik yang ambruk. Saat itu kondisi cuaca tengah hujan deras disertai angin. Tiba-tiba tembok pabrik ambruk menimpa empat buruh, dua di antaranya meninggal dunia, yakni Nurhanifah (35) dan Wama (38).

(mud/mud)