Dinkes Sukabumi Cek RS soal Kantong Jenazah-Pispot Bekas Berserakan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 17:49 WIB
Kantong Jenazah dan Pispot Bekas
Pispot dan kantong jenazah bekas. (foto: tangkapan layar Facebook)
Sukabumi -

Warga di Sukabumi membuat posting-an soal ruang isolasi RS Betha Medika di Sukabumi yang kotor karena terdapat kantong jenazah dan pispot bekas berserakan. di dalam ruangan ternyata masuk ke dalam daftar rumah sakit rujukan COVID-19.

Hal itu diungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Rika Mutiara. Rika menyebut meskipun RS swasta, rumah sakit itu mengantongi SK dari Gubernur Jawa Barat.

"Rumah sakit Betha itu rumah sakit swasta tapi sudah menjadi rumah sakit rujukan COVID-19, salah satu rumah sakit ya Kabupaten Sukabumi itu ada SK-nya dari pak gubernur. Tidak semua rumah sakit itu di SK-kan oleh gubernur sebagai rumah sakit rujukan Covid," kata Rika melalui sambungan telepon, Sabtu (5/12/2020).

Soal adanya komplain dari salah seorang keluarga pasien soal ruangan isolasi yang kotor dan berantakan, Rika mengaku baru mendapat kabar tersebut. Ia meyakini ada alasan tertentu dari pihak RS kenapa hal itu bisa terjadi.

"Soal itu saya belum tahu cerita, coba kirim yang ramai di medsosnya. Nanti saya teruskan ke RS Betha Medika, apakah seperti itu. Kalau yang saya tahu ruang isolasi itu di Betha Medika memang isolasi tidak tekanan negatif. Isolasinya dalam artian isolasi standar, itu ya tersendiri seperti layaknya kamar rawat inap biasa. Tetapi memang dia dengan fasilitas yang bisa dibilang yang standar aja," tutur Rika.

Selanjutnya
Halaman
1 2