Tapak Tilas Pengadilan Soekarno di Kota Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 09:31 WIB
Gedung Indonesia Menggugat
Gedung Indonesia Menggugat (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Menelusuri jejak Proklamator RI Soekarno di Kota Bandung tak akan lengkap rasanya jika Anda tak berkunjung ke Gedung Indonesia Menggugat (GIM). Di sinilah Soekarno pernah diadili Kolonial Belanda dan membacakan pledoi Indonesia Menggugat yang menjadi nama gedung hingga sekarang.

GIM terlekat di Jalan Perintis Kemerdekaan yang berada di jantung Kota Bandung. Lokasinya hanya sepelemparan batu dari Jembatan Via Duct Bandung, yang tak lain menjadi saksi bisu kisah cinta Soekarno dan ibu Inggit Garnasih.

Berbicara soal GIM, gedung yang kini menjadi cagar budaya di bawah pengelolaan Disbudpar Jabar ini dibangun pada tahun 1907. Sedekade berselang, gedung ini beralih fungsi menjadi Landraad atau Pengadilan Pemerintahan Kolonial Belanda.

Baru kemudian pada tahun 1930, Landraad digunakan untuk mengadili para pejuang kemerdekaan. Beberapa tokoh pemuda yang memberontak kala itu ialah Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkoepradja, Soepriadinata, Sastromolejono dan Sartono.

Walau pernah menjadi Landraad, gedung ini pernah beberapa kali beralih fungsi. Setelah Kolonial Belanda mundur dan Indonesia meraih kemerdekaan, GIM pernah menjadi Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) pada tahun 1950.

Gedung Indonesia MenggugatRuang sidang di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Gedung Indonesia MenggugatSoekarno pernah diadili Kolonial Belanda dan membacakan pledoi Indonesia Menggugat yang menjadi nama gedung hingga sekarang. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Tak lama jadi kantor PMI, GIM beralih fungsi menjadi Gedung Keuangan pada tahun 1950-1973. Hingga akhirnya dari 1973-1999 menjadi Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Barat.

Baru pada tahun 2005, GIM mengalami pengubahan fisik di bagian luar. Interior di dalam gedung masih otentik, namun ada tambahan bangunan di bagian sayap sebelah kiri dan kanan. Baru pada pada 2007, GIM resmi dibuka untuk umum dan menjadi gedung cagar budaya.

Sekarang gedung tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul para seniman, wartawan, dan guru di Bandung. Beberapa kegiatan yang dilakukan di sana antara lain apresiasi puisi, kegiatan seni, seminar, hingga diskusi. Selain itu, ruang persidangan Soekarno pun masih bisa dilihat pengunjung, seraya melihat infografis perjuangan Indonesia kala itu.

(yum/bbn)