Pergerakan Tanah di Sukabungah Cianjur Meluas, Warga Diminta Waspada

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:32 WIB
Retakan dan pergerakan tanah di Sukabungah Cianjur bertambah parah akibat hujan yang terus mengguyur
Retakan dan pergerakan tanah di Sukabungah Cianjur bertambah parah akibat hujan yang terus mengguyur (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Pergerakan dan retakan tanah di Desa Sukabungah Kecamatan Campakamulya Cianjur, Jawa Barat bertambah parah. Bahkan panjang retakan mencapai 1.000 meter.

Rumah yang terancam pun bertambah menjadi sekitar 100 rumah.

Kepala Desa Sukabungah E Juanda, mengatakan longsor dan retakan tanah awalnya hanya terjadi di beberapa titik. Namun hujan deras yang mengguyur hingga Jumat (4/12/2020) siang, membuat retakan bertambah parah.

"Jadi sekarang retakan itu nyambung dan melintas di beberapa kampung yang terdampak. Total panjang retakan mencapai 1.000 meter," tutur Juanda saat ditemui di Kantor Desa Sukabungah, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya tanah yang retak tersebut juga mulai mengalami pergeseran. Bahkan tanah turun sedalam 1-2 meter.

"Tanah nya jadi anjlok, ada rumah yang sekarang atapnya itu sejajar dengan retakan tanah," ucapnya.

Dia menambahkan total rumah yang terancam pun kini mencapai 100 rumah. "Untuk warga yang terdampak ada sekitar 254 jiwa," tuturnya.

Menurut Juanda, warga sempat mengungsi namun sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi warga tetap diimbau waspada jika hujan deras.

"Kami sudah ingatkan ketika hujan deras segera mencari tempat aman. Apalagi hujannya sampai berjam-jam. Kami mencegah adanya korban jiwa," ucap dia.

Dia berharap Pemkab segera memberi bantuan logistik pada warga. Selain itu jembatan yang putus akibat longsor diminta segera diperbaiki.

"Yang lebih mengkhawatirkan soal jembatan putus, karena warga jadi harus mengambil jalan memutar dengan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama," kata dia.

Sementara itu Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Irfan Sopyan, mengatakan tim dari retana dan BPBD sudah melakukan pendataan ke lokasi.

Bahkan rencananya, BPBD melibatkan BMKG untuk mencari tahu penyebab terjadinya longsor hingga pergerakan tahan dengan panjang retakan hingga 1.000 meter tersebut.

"Kalau pendataan awal sudah dilakukan, selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BMKG untuk cari tahu penyebab retakan sehingga bisa melakukan penanganan selanjutnya," pungkasnya.

(mud/mud)