Bawaslu Pangandaran Terima Pengaduan Dugaan Praktik Politik Uang

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 10:48 WIB
Ilustrasi money politics
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian)
Pangandaran -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran menerima laporan dugaan praktek politik uang yang dilakukan oleh salah satu kubu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran.

Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan membenarkan ikhwal penerimaan pengaduan dugaan politik uang tersebut. "Ya kemarin kami menerima laporan dugaan politik uang tersebut, setelah itu kita kaji," kata Iwan, Jumat (4/12/2020).

Namun demikian Iwan mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai duduk perkara dugaan politik uang tersebut. "Kan prosesnya setelah menerima laporan kami melakukan kajian awal dulu. Apakah formil dan meteril pelaporannya terpenuhi atau tidak?. Nah kalau misalnya memenuhi baru akan kami bahas di sentra Gakumdu," kata Iwan.

Dia juga menegaskan bahwa penanganan pidana Pemilu menjadi tugas dan kewenangan Gakumdu, yang di dalamnya terdapat terdapat Bawaslu, Polri dan
Kejaksaan. "Muaranya di Gakumdu, ada prosesnya, ada tiga kali bahasan," kata Iwan. Dia mengatakan sejauh ini pihaknya baru satu kali menerima laporan dugaan politik uang. "Pelaporan dugaan politik uang baru satu ini," pungkas Iwan.

Sementara Erik Ekstrada, warga Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang yang menjadi pelapor dalam pengaduan dugaan politik uang itu menjelaskan kejadian itu terjadi di dua tempat, di Dusun Ciawitali dan Dusun Pamotan Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Pangandaran. "Itu ada dua acara tanggal 29 November malam dan tanggal 30 November," kata Erik.

Erik mengakui jika dirinya tak mengikuti acara tersebut secara langsung. "Katanya ada acara silaturahmi. Kemudian setelah bubar acara, semua warga yang hadir diberi amplop berisi uang Rp 52 ribu, nah kawan yang ikut acara itu memberi tahu kepada saya," kata Erik.

Atas dasar itu Erik menduga pemberian uang tersebut berkaitan dengan politik, sehingga dirinya berinisiatif untuk melaporkan ke Bawaslu. "Mendengar cerita kawan dan melihat amplop berisi uang, akhirnya saya melaporkannya ke Bawaslu," kata Erik. Hal lain yang mendorong Erik melapor ke Bawaslu karena pihak yang menggelar acara adalah keluarga salah satu calon Bupati.

Mengenai beredarnya video warga berbaris dan menerima amplop, Erik menjelaskan video itu merupakan hasil rekaman temannya. "Itu saksi yang merekamnya," kata Erik.

(mud/mud)