Bima Arya Tegur Keras Bank Swasta yang Tak Lapor Ada Karyawan Positif Corona

M Sholihin - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 17:53 WIB
Bima Arya tegur bank yang tidak lapor ada karyawan yang positif
Foto: M Sholihin
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi kantor salah satu bank swasta di Jalan Ciheulet, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (3/12/2020) sore.

Bima selaku Ketua Satgas COVID-19 Kota Bogor menelusuri informasi adanya karyawan bank tersebut yang positif COVID-19, namun tidak melakukan tracing dan tetap beroperasi.

"Kenapa saya datang, saya dapatkan laporan dari warga katanya di sini ada 5 orang yang positif. Saya kaget, karena kabarnya baru masuk. Ternyata memang tim kami sudah mendatangi mereka pada 30 November 2020 untuk meminta agar melakukan langkah-langkah, termasuk penutupan sementara, tetapi tidak dilakukan," kata Bima Arya di halaman Bank Panin Jalan Ciheuleut Kota Bogor, Kamis (3/12/2020).

"Jadi saya cek ke sini saya tegur keras," tambah Bima menegaskan.

Bima menyebut, ada 5 karyawan di bagian kantor yang dinyatakan poaitif COVID-19. Namun pihak bank, kata Bima, tidak melapor ke satgas dan tidak melakukan upaya penanganan lanjutan.

"Jadi ada 5 orang positif di sini. 2 sudah sembuh, 3 masih isolasi, tetapi tidak ada langkah-langkah penelusuran, tidak ada langkah penutupan di sini, mereka berkeberatan melakukan penutupan. Lima orang yang positif, karyawan di back office," kata Bima.

Usai melakukan pertemuan dengan pihak bank, Bima Arya kemudian meminta untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor bank dan menelusuri kontak erat untuk kemudian segera dilakukam swab.

"Tapi ini kita sedang koordinasikan, langkah pertama ini kita akan lakukan penyemprotan, kemudian melakukan langkah penelusuran kontak erat dengan 5 positif. Kontak eratnya akan segera dilacak sekarang, sesegera mungkin, untuk kemudian diswab sore ini," kata Bima Arya di lokasi.

Bima menyebut perkantoran termasuk wilayah yang paling rawan dalam penyebaran COVID-19. Oleh karenanya, Bima meminta setiap perkantoran tetap sadar, waspada dan berkoordinasi dengan Satgas Kota Bogor jika ada temuan penyebaran COVID-19.

"Ini perkantoran rawan, harus sadar semua, melaporkan semuanya, berkoordinasi. Saya lihat ada kecenderungan, terlalu banyak khawatir ya (untuk laporan), mungkin karena khawatir ada hirarki perusahaan ke atas, mungkin juga khawatir nama baik dan lain-lain. Harusnya ada satgas COVID di sini, kita kan minta semuanya ada satgas, dan semua berkoordinasi," tandas Bima.

(ern/ern)