Bawaslu Temukan Modus Baru Dugaan Politik Uang di Pilbup Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 18:20 WIB
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia
Foto: Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Bawaslu Kabupaten Bandung temukan modus baru dugaan politik uang yang dilakukan salah satu tim kampanye pasangan calon di Pilbup Bandung 2020. Modus ini bukan hanya terjadi di satu lokasi melainkan di empat kecamatan.

Temuan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia di kantor Bawaslu Kabupaten Bandung, Rabu (2/12/2020).

"Perlu kami sampaikan bahwa sesuai dengan prediksi menjelang hari pemungutan suara maka potensi tren pelanggaran akan mengalami peningkatan. Terutama yang berkaitan dengan politik uang," kata Hedi mengawali.

"Berdasarkan hasil pengawasan rekan-rekan pengawas tingkat kecamatan dan desa. Kami menemukan dugaan pelanggaran politik uang dengan modus baru," tambahnya.

Disebut modus baru, kata Hedi, karena sebelumnya Bawaslu sempat menemukan dugaan praktik politik uang yang diduga dilakukan oleh tim kampanye nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi. Modus baru ini diduga dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon yang sama.

Hedi menjelaskan, setiap warga diberikan kupon yang menampilkan wajah dari paslon nomor urut 1. Kupon tersebut nantinya harus ditukarkan ke warung yang sudah dijadikan tempat penukaran kupon tersebut.

"Kalau tindak pidana politik uang lama itu biasanya timses memberikan uang atau materi lainnya ke pemilih. Kali ini modusnya membagikan kupon kemudian kupon ini disebarkan ke masyarakat untuk ditukar dengan sembako ke warung," terang Hedi.

Lanjut Hedi, kupon tersebut diduga memiliki nilai harga sekitar Rp 35 ribu. Nantinya warga akan mendapatkan sejumlah sembako yang sudah disiapkan di warung tersebut.

Setelah Bawaslu melakukan pendalaman, mereka menemukan modus yang sama terjadi di empat kecamatan. 4 Kecamatan tersebut yakni, Rancaekek, Pangalengan, Dayeuhkolot dan Arjasari.

"Satu kupon itukalu dirupiahkan sama dengan Rp 35 ribu. Untuk satu warung pegang jatah 100 kupon. Ini terjadi diPangalengan,Dayeuhkolot,Arjasari danRancaekek," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2