Populasi Pria Lebih Banyak Dibanding Wanita, Ini 5 Fakta Lebak di Usia Ke-192

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 17:37 WIB
Perkampungan Baduy di Lebak, Banten
Perkampungan Baduy di Lebak, Banten. (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)
Lebak -

Tanggal 2 Desember menjadi hari spesial untuk Kabupaten Lebak. Di tanggal itu yang bertepatan jatuh pada hari ini, Rabu (2/12/2020) menandakan usia Lebak ke-192 atau hampir menyentuh usia dua abad.

Dari daerah ini pernah lahir buku karya roman Multatuli berjudul Max Havelaar yang dianggap mengkritik feodalisme dan kolonialisme di Hindia Belanda. Karya Multatuli atau Douwes Dekker tersebut memiliki dampak besar khususnya pada perjuangan mengentaskan kolonialisme di Indonesia masa kolonial.

Nama Multatuli lantas diabadikan menjadi Museum Multatuli yang berdiri di Kota Rangkasbitung. Museum ini jadi ikon kota dan ruang publik masyarakat mengenal humanisme dan sejarah perjuangan mengentaskan kolonialisme termasuk di Lebak. Ia juga jadi tempat wisata yang bisa dikunjungi sekali jalan dari Jakarta melalui transportasi commuter line.

Selain Multatuli, Lebak memiliki ikon lain yang tak kalah menarik. Di daerah ini hidup suku adat Baduy dengan ciri khasnya. Baduy dianggap warga adat yang memilih menjalankan hidup keluar dari modernisme dan menjadi penjaga alam di bagian selatan Banten.

Perkampungan Baduy di Lebak, BantenWarga Baduy di Lebak, Banten. (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)

Lebak pun memiliki daerah ikonik untuk wisatawan. Baik itu wisata pantai seperti Sawarna, Bagedur atau aneka air terjun yang masih belum terjamah wisatawan.

Namun, bukan soal lokasi wisata atau sejarah kolonialisme yang akan dibahas di sini. Berita akan membahas soal fakta-fakta Kabupaten Lebak yang saat ini menginjak usia ke-192 tahun. Apa saja statistik daerah ini sebagai daerah otonom. Berapa banyak populasinya, angka harapan hidup, tingkat pendidikan sampai populasi masyarakatnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3