Heboh Video Azan Ajakan Jihad di Majalengka

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 09:18 WIB
Heboh video azan ajakan jihad di Majalengka
Heboh video azan ajakan jihad di Majalengka (Foto: tangkapan layar video)
Majalengka -

Sebuah video berisikan rekaman sekelompok orang yang mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata 'Hayya Alal Jihad' viral di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Ada tujuh orang yang terekam dalam video berdurasi 43 detik itu. Satu orang sebagai muazin mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata 'Hayya Alal Jihad' yang kemudian diikuti enam orang jemaah.

Selain menyelipkan kaya 'Hayya Alal Jihad', orang-orang di video tersebut juga terlihat memegang senjata tajam golok berukuran sedang.

Diduga video tersebut merupakan video yang direkam oleh warga Kabupaten Majalengka. Hal itu karena pada baliho yang terpampang poster Habib Rizieq Shihab tertulis sebuah nama desa di Majalengka yakni Desa Sadasari, Kecamatan Argapura.

Video viral itu sudah beredar di berbagai media sosial masyarakat Kabupaten Majalengka seperti Twitter, Facebook dan WhatsApp.

Menanggapi viralnya video tersebut, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengaku akan mencari kebenaran terkait sekelompok orang yang mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata 'Hayya Alal Jihad' tersebut.

"Saya ingin mencek dulu kebenaran video ini," kata Karna dalam keterangan yang diterima detikcom Rabu (2/12/2020).

Karna juga mengatakan telah meminta Muspika Kecamatan Argapura untuk menelusuri aktivitas sekelompok orang yang ada dalam video viral itu.

"Saya juga sudah menginstruksikan kepada Muspika Kecamatan Argapura untuk mengidentifikasi aktivitas tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso menambahkan, akan berkoordinasi dengan MUI dan para alim ulama di Kabupaten Majalengka untuk meminta tanggapan perihal penyelipan kata 'Hayya Alal Jihad' saat mengumandangkan azan.

"Nanti kita komunikasikan dulu dengan Ketua MUI dan para tokoh ulama bagaimana pendapat beliau-beliau terkait hal itu," singkat Bismo.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan redaksi azan tidak boleh diganti dengan ajakan berjihad.

"Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena itu inadah yang sifatnya tauqifi," kata Ketua MUI Cholil Nafis dalam keterangannya, Senin (30/11).

PBNU meminta masyarakat tidak terhasut azan dengan ajakan jihad tersebut. Agama justru mendorong umatnya untuk bersatu.

"Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecahbelahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," kata Ketua Pengurus Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas dalam keterangannya.

Muhammadiyah mengaku tidak menemukan hadis yang menjadi dasar azan yang menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad' tersebut.

"Saya belum menemukan hadis yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan 'hayya alal jihad'," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Simak video 'Kominfo Suspend Akun Twitter Pengunggah Video Azan Jihad':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)