Elf Maut yang Tewaskan 10 Orang di Cipali Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Dian Firmansyah - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 11:48 WIB
Elf maut yang menewaskan 10 orang di Cipali melaju dengan kecepatan tinggi
Elf maut yang menewaskan 10 orang di Cipali melaju dengan kecepatan tinggi (Foto: Dian Firmansyah)
Purwakarta -

Penyelidikan terhadap kecelakaan maut di ruas jalan tol cipali, kilometer 78.500 wilayah Purwakarta, yang menewaskan 10 orang masih terus dilakukan Polres Purwakarta.

Di hari kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) baik secara manual maupun menggunakan alat canggih 3 dimensi, petugas juga sudah melakukan pemeriksaan bangkai kendaraan.

Saat ini, petugas memeriksa dua sopir truk yang terlibat kecelakaan yakni Darmawan sopir truk trailer nopol B-9010-UEJ dan Suyatno truk tronton nopol R-1857-GC, sedangkan Tutur Ehwan Setiawan sopir truk Elf nopol G-126-D ikut menjadi korban tewas dalam kecelakaan itu.

Terungkap, kecepatan mobil elf itu lebih dari 100 km/jam, sehingga benturan yang kencang antara mobil elf dan truk menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

"Semuanya ada unsur kelalaian tapi mana yang lebih kita tidak bisa simpulkan nanti hasil penyelidikannya, truk paling depan lagi berhenti, yang kedua lagi berjalan namun kecepatan bisa dihindarkan tapi kecepatan mobil belakang mobil minibus yaitu mobil travel itu kecepatan di atas 100 km/jam," ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Toto Herman Permana ditemui detikcom di Mapolres Purwakarta, Selasa (01/12/2020).

Toto menjelaskan, selain melakukan pemeriksaan sopir truk, pihaknya akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk menerjunkan saksi ahli baik dari pihak Agen Pemegang Merek (APM), Dinas Perhubungan dan pihak derek atau pengelola jalan tol.

Sementara pemeriksaan ini dilakukan petugas, guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan ini.

"Untuk tersangka kan masih dalam tahap penyidikan mau ke tahap pemeriksaan, nanti hasilnya saya sampaikan, sampai saat ini dalam hasil pemeriksaan," katanya.

(mud/mud)