Penjelasan DAMRI Bandung soal Penumpang Bus Berdiri Gegara Banyak Pesepeda

Wisma Putra - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 19:45 WIB
Pesepeda masuk bus umum
Pesepeda masuk ke dalam bus (Foto: Screenshot )
Bandung -

Perum DAMRI Bandung angkat bicara terkait, sejumlah sepeda yang dibawa masuk ke atas bus dan membuat penumpang lainnya risih.

General Manager Perum DAMRI Bandung Ahmad Daroni mengatakan, kejadian itu terjadi Sabtu, (28/11) lalu dan viral di medsos, Minggu, (29/11) kemarin.

"Sekitar Pukul 14.00 WIB disekitar Komplek Kota Baru Parahyangan, terlihat ada beberapa pesepeda yang sedang menunggu kedatangan bus DAMRI di area komplek. Pada saat bus melintas kelompok pesepeda tersebut menghentikan bus untuk pulang ke ke arah Bandung karena kelelahan, serta sepedanya pun ikut dinaikkan ke dalam bus dengan mengambil tempat di posisi paling belakang," kata Daroni berdasarkan keterangan sopir bus DAMRI Kusnadi via sambungan telepon, Senin (30/11/2020).

Dalam kejadian itu, ada delapan orang pesepeda dan delapan unit sepedanya di naikkan ke dalam bus DAMRI. "Jumlah sepeda 8 unit," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada waktu kejadian dari space maksimal tempat duduk untuk penumpang yang berkapasitas 50 penumpang, hanya terisi 22 penumpang.

"Jumlah penumpang pada saat kejadian sebanyak 22 penumpang termasuk delapan orang pesepeda, dari kapasitas tempat duduk sebanyak 50 orang dan semua penumpang mendapatkan tempat duduk kecuali satu orang pesepeda yang berdiri menjaga sepeda," ungkapnya.

"Semua penumpang duduk di deretan tempat duduk depan dan pesepeda duduk di deretan tempat duduk belakang," tambahnya.

Daroni juga menyebut, sepeda dibolehkan dinaikkan ke atas bus asalkan masih ada space dan itu pun merupakan jenis sepeda lipat.

"Untuk ketentuan di bus kota DAMRI Bandung Raya, pelanggan yang membawa sepeda lipat diperbolehkan naik bus kota DAMRI sepanjang ada space dan tidak mengganggu pelanggan lain," ungkapnya.

Daroni mengimbau, agar kejadian yang tidak membuat nyaman penumpang lain ini tidak terulang, jika tidak ada space agar menunggu kedatangan bus berikutnya. "Apa bila tidak tersedia space agar menunggu bus berikutnya," imbaunya.

Daroni juga tak menampik, bila pada waktu kejadian ada seorang penumpang laki-laki yang sempat menanyakan kepada sopir mengapa, ada penumpang yang diperbolehkan membawa sepeda naik ke atas bus.

"Ada penumpang seorang laki-laki naik di luar Area Komplek Kota Baru mendapatkan duduk di belakang sopir dan bertanya kenapa sepeda dibawa naik bus, lalu dijawab sopir karena pesepeda itu terlihat kelelahan lalu diizinkan masuk bus," pungkasnya.

(wip/mud)