Pasien Corona Bertambah, Bupati Ciamis Pastikan Pilkades 19 Desember

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 12:48 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Pasien positif corona di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus bertambah tak kurang dari 5 orang setiap harinya. Jumlahnya kini sudah mencapai 411 orang. Banyak pihak yang khawatir Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Ciamis kembali ditunda.

Namun Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memastikan sampai saat ini jadwal pemungutan suara Pilkades serentak tetap pada 19 Desember 2020. Pilkades di Ciamis diikuti oleh 143 desa dari 27 kecamatan.

Seluruh tahapan telah dilaksanakan, namun saat detik-detik pemungutan suara ditunda atas instruksi dari pemerintah pusat. Bahkan Pilkades ini telah dua kali mengalami penundaan akibat pandemi Covid-19.

"Pilkades serentak di Ciamis tetap akan berjalan pada tanggal 19 Desember 2020. Semua telah dilaksanakan sesuai prosedur, semoga tidak ada halangan apa-apa," ujar Herdiat saat peringatan HUT Kopri di Aula Setda Ciamis, Senin (30/11/2020).

Herdiat mengingatkan kepada seluruh panitia dan para calon kepala desa untuk mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut agar tidak menimbulkan klaster baru dari Pilkades serentak.

"Panitia harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat di tempat pemungutan suara. Tidak boleh ada kerumunan, jaga jarak dan semua harus pakai masker serta sediakan tempat cuci tangan. Jangan sampai ada penularan Covid-19," tegasnya.

Sampai saat ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis sebanyak 411 orang. Sebelumnya ada penambahan 8 orang dan dua hari sebelumnya ditemukan ada 24 ASN yang positif corona. Yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 150 orang, 20 dirawat dan 16 orang meninggal dunia.

"Minggu kemarin ada beberapa kantor ditutup karena ada ASN yang positif. Tapi setelah dilakukan sterilisasi sekarang kantor pelayanan sudah dibuka kembali," ucapnya.

Pemkab Ciamis pun bekerja sama dengan TNI-Polri untuk melakukan operasi yustisi dalam menegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. Pihaknya tak segan memberikan sanksi sosial bagi warga yang tidak taat menjalankan protokol kesehatan.

(mud/mud)