RS UMMI Dilaporkan Satgas COVID-19 Bogor, Polisi: Kita Selidiki

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 12:04 WIB
Bandung -

Direktur Rumah Sakit UMMI dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor ke polisi. Rumah sakit tersebut diduga menghalangi upaya swab yang akan dilakukan tim satgas COVID-19 terhadap Habib Rizieq Shihab.

Laporan bernomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 28 November 2020 itu dibuat oleh Satgas COVID-19. Dalam laporan itu, terlapor merupakan Dirut RS Ummi Andi Tatat.

"Kita ketahui bersama bahwa dari gugus tugas Covid dari Bogor itu sudah melapor ke Polresta Bogor terkait masalah RS UMMI itu menghalangi rangkaian dari satgas untuk melakukan tes swab kepada pasien yang ada di RS UMMI tersebut. Karena punya kewajiban, yang bersangkutan dihalang-halangi dan kemarin itu sudah melapor ke Polresta Bogor," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui di Jalan Cigadung, Kota Bandung, Minggu (29/11/2020).

Erdi mengatakan dengan adanya laporan tersebut, pihak kepolisian saat ini tengah melakukan proses penyelidikan. Kasus itu sejauh ini masih ditangani oleh Polresta Bogor.

"Penyidik akan melakukan penyelidikan terkait masalah benar tidaknya Satgas covid di Bogor itu mendeteksi pasien Covid di Bogor itu dihalang- halangi, jadi mungkin akan diminta keterangan dari pihak rumah sakit tersebut. Kemudian akan melihat juga apakah pasien itu terdaftar atau tidak," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq yang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Benar," kata Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/11/2020).

Pihak RS UMMI angkat bicara mengenai laporan tersebut. Pihak RS mengaku belum menerima informasi pelaporan itu secara resmi.

"Secara formalitas saya tidak terinfo dari sekretariat direksi," kata Humas RS UMMI, Chaerudin, saat dihubungi, Sabtu (28/11/2020).

Chaerudin mengaku belum berkomunikasi dengan Andi Tatat terkait pelaporan tersebut. Menurut Chaerudin, pihaknya saat ini menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen RS UMMI dalam menyikapi pelaporan terhadap Dirut.

"Saya masih menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen," ujar Chaerudin.

"Belum (berkomunikasi dengan Dirut Andi Tatat). Saya mengerti saat ini beliau sedang sibuk terkait hal tersebut. Saya menunggu arahan beliau lebih lanjut," sambungnya.

(mud/mud)