Dalam Sepekan, Kasus Positif COVID-19 di Kota Bogor Bertambah 328 Orang

M Solihin - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 11:40 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bogor -

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor mencatat, kasus positif COVID-19 Kota Bogor bertambah 49 kasus pada 28 November 2020. Dengan tambahan kasus harian ini, total kasus positif COVID-19 di Kota Bogor berjumlah 3.255 kasus.

"Penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 tanggal 28 November 2020 sebanyak 49 kasus, penambahan kasus sembuh sebanyak 37 kasus, dalam pemantauan bertambah 12 kasus," tulis Jubir Satgas COVID-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Minggu (29/11/2020).

"Total kasus positif 3.255 kasus. (Perinciannya) masih sakit 573 kasus, selesai isolasi/sembuh 2.585 kasus, meninggal 97 kasus," tambah Sri Nowo.

Dalam sepekan terakhir atau terhitung sejak 22 November 2020, kasus positif COVID-19 di Kota Bogor bertambah 328 kasus, dengan rata-rata penambahan kasus positif COVOD-19 harian sebanyak 40-an kasus. Sementara jumlah orang yang sembuh dari COVID-19 selama sepekan terakhir bertambah 350 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan kondisi Kota Bogor belum aman dari COVID-19. Ia bahkan meminta meminta Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk menyiapkan skenario terburuk mengantisipasi lonjakan tersebut, terlebih jelang akhir tahun 2020.

"Pertambahan pasien masih tinggi mendekati angka 50 kasus per hari. Saat ini, rata-rata masih di 40-an, jangan sampai 50. Makanya saya bilang testing, tracing dan treatment harus ditingkatkan lagi. Saya minta unit lacak dimaksimalkan lagi di wilayah," ungkap Bima Arya saat briefing staf di Taman Ekspresi, Sempur, Selasa (24/11/2020) lalu.

Bima menambahkan, Pemerintah Kota Bogor juga akan mulai menyiapkan alternatif RS darurat apabila situasi semakin tinggi lonjakan kasusnya.

"Saya perintahkan untuk mengantisipasi skenario terburuk. Skenario terburuknya itu kan tidak ada lagi tempat tidur tersisa. Kalau OTG masih bisa, tapi kalau fasilitas mediskan beda, perlu SDM dan alat kesehatan. Begitu (lonjakan dahsyat) itu terjadi bahaya sekali. Dan sekarang indikasinya sudah ke arah situ," ujar Bima.

"Saya minta bukan hanya menambah ruang isolasi. Tapi mulai disiapkan alternatif RS darurat seperti Wisma Atlet di Jakarta apabila situasi semakin tinggi lonjakannya. Artinya tidak cukup isolasi karantina untuk orang tanpa gejala, tetapi orang yang dengan gejala juga memerlukan perawatan. Harus disiapkan," tambahnya.

Bima Arya mengaku, tidak mungkin mengandalkan RS swasta untuk menambah ruang isolasi. Tidak itu saja, kata Bima, tidak mungkin juga RSUD dijadikan 100 persen untuk menangani Covid-19 karena ada pasien umum lainnya juga yang harus dilakukan perawatan. Saat ini ada 200 pasien non-Covid yang sedang dirawat di RSUD Kota Bogor.

Simak video 'Sebanyak 80-90% Pasien Corona Meninggal Alami Koagulopati':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)