Debat Pilkada Bandung

Program 'Katana' dan 'Sakolam' Jadi Andalan Nia-Usman Hadapi Covid-19

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 22:39 WIB
Pasangan Nia dan Usman Sayogi
Foto: M Iqbal
Kabupaten Bandung -

Sejumlah program disebutkan oleh pasangan calon nomor urut satu Kurnia Agustina dan Usman Sayogi. Ada program 'Katana' dan 'Sakolam' yang menjadi andalan oleh paslon yang diusung oleh partai Golkar dan Gerindra ini.

Program Katana merupakan sebuah program yang akan menguatkan sektor keluarga. Nia mengatakan, apabila keluarga kuat dalam menghadapi Covid-19, maka negara akan kuat.

"Kita menyiapkan program 'Katana', Keluarga Tangguh Bencana, di mana keluarga-keluarga yang kuat bisa melampaui bencana ini, maka desanya akan kuat, kecamatan akan kuat, kabupaten dan provinsi akan kuat maka negara akan kuat," ujar Nia dalam debat publik Pilkada Kabupaten Bandung tahap ketiga, di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Nia melanjutkan, ada program 'Sakolam' yang merupakan akronim dari Sabilulungan, Kolaborasi dan Multisektor. Ia menilai, harus ada sinergitas antar setiap instansi untuk menghadapi pandemi yang melanda dunia saat ini.

"Kemudian untuk sinergitas ini tidak bisa dipungkiri, kami namakan SAKOLAM, Sabilulungan, Kolaborasi, dan Multisektor," tambahnya.

"Yang kita pahami, Satgas ini juga harus berada di entitas terkecil yaitu berjenjang ke desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat. Serta harus ada pemahaman desa tangguh bencana, pastinya kabupaten akan menjadi tangguh. Begitu pun dengan provinsi dan pusat. Apalagi tindakan preventif seperti rekrutmen relawan sangat diperlukan," terangnya.

Selain itu, Nia melihat aspek kesehatan yang harus ditingkatkan, terutama menyoal, pelayanan tenaga kesehatan, relawan dan ruang isolasi. Kemudian, dari segi ekonomi, ia memiliki program pembiayaan bagi 70 ribuan UMKM.

Dari segi pendidikan, dirinya akan menambah ruang kelas jelang KBM tatap muka di tahun 2021. Sebanyak dua ribu kelas yang akan disiapkan untuk adaptasi di lingkungan pendidikan.

"Langkah dan strategi dalam penanganan dan dampak, nomor 1 melihat dari aspek kesehatan, karenanya untuk peningkatan pelayanan di puskesmas dan rsud, terutama untuk ruang isolasi. Juga rekrutmen untuk ruang pencegahan," kata Nia.

"Kemudian kalau dari aspek ekonomi, kita mempunyai program swasembada daerah, pembiayaan inovatif untu 70 ribu UMKM, memperbanyak pasar online, gerak lokal, belanja warung tetangga. Untuk pendidikan adalah penambahan 2000 ruang kelas baru untuk adaptasi relaksasi pendidikan. Seterusnya juga penambahan untuk penataan labkes khusus suspek covid-19 melalui swab test dan peningkatan kebijakan di area sipil," paparnya.

(ern/ern)