Kasus Positif di Ciamis Terus Bertambah, Bupati Larang ASN Pergi ke Luar Daerah

Dadang Hermansyah - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 12:00 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya
Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Penambahan kasus positif COVID-19 terus terjadi di Jawa Barat. Kali ini sebanyak 24 aparatur sipil negara (ASN) dari 3 Kantor di Ciamis terkonfirmasi positif Corona.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil swab test dari tracing kontak erat ASN yang sebelumnya terkonfirmasi positif. 24 ASN ini umumnya tidak bergejala sehingga menjalani isolasi mandiri.

"Swab test telah dilakukan terhadap 300 orang dari tracing kontak erat. Hasilnya ada 24 orang tenaga ASN yang terkonfirmasi positif," ujar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, di Aula Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Sabtu (28/11/2020).

Jumlah kasus positif COVID-19 di Ciamis berjumlah 395 orang. Konfirmasi positif aktif sebanyak 162 orang, rinciannya 20 orang dirawat dan 142 orang melakukan isolasi mandiri.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Ciamis telah mengeluarkan SK Bupati tentang larangan ASN ke luar daerah.

"Sebelumnya hanya imbauan rekomendasi, boleh asal ada izin atasan. Tapi sekarang tidak ada toleransi, kalau melanggar tentunya ada sanksi dan risiko," tegas Herdiat.

Herdiat pun menyebut dalam kurun waktu sebulan, pasien COVID-19 di Ciamis bertambah sampai 100 orang lebih. Namun hal ini seiring intensitas Satgas COVID-19 Ciamis melakukan tracing kontak dan melakukan swab test untuk menekan penyebaran virus Corona.

"Kami betul-betul melakukan penanganan secara terukur dan serius. Bahkan pengetesan Ciamis sudah melebihi standar dari WHO," tegas Herdiat.

Herdiat menyebut, dengan peningkatan kasus Covid-19 ini perlu adanya penanganan cepat dari mulai level kabupaten hingga tingkat desa. Utamanya dengan melakukan sosialisasi dan memberikan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan.

"Kita harus betul-betul menyikapi dan melakukan penanganan terus mencari caranya untuk memutus mata rantai Covid-19 yang setiap hari terus bertambah," kata Herdiat.

(ern/ern)