Pilkada Serentak 2020, Ridwan Kamil Berharap Partisipasi Warga Tinggi

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 15:17 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan partisipasi warga tetap tinggi dalam Pilkada Serentak 2020. Ia memastikan pesta demokrasi pada masa pandemi COVID-19 ini akan berlangsung dengan aman pada 9 Desember mendatang.

"Walau pun di tengah pandemi COVID-19, Pilkada di Jawa Barat itu akan seperti Pilkada sebelum COVID-19, yaitu selalu aman, cepat dan akurat ya sesuai dengan harapan, sehingga hak demokrasi dari warga itu bisa dilaksanakan," kata pria yang akrab disapa Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/11/2020).

Demi memastikan pesta demokrasi itu berjalan aman, Kang Emil melakukan rapat koordinasi evaluasi persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 bersama KPU, Bawaslu, dan delapan penjabat sementara di wilayah yang menggelar Pilkada.

"Kita ingin, tidak ada kekhawatiran dari masyarakat karena semuanya berkomitmen menjaga Pilkada ini dengan aman kira-kira begitu ya. kita sudah menginstruksikan tidak boleh ada persentuhan tangan yang terlalu lama bahkan nanti misalkan tidak ada celup tinta, yang ada tetes tinta," ujar Kang Emil.

Selain itu, kata Kang Emil, petugas pemungutan suara juga wajib dites rapid dan swab. "Saya laporkan mendekati 30% (petugas yang diperiksa) ada yang diganti karena reaktif terhadap COVID-19," katanya.

"Nah ini yang menjadi sebuah contoh bahwa di Jawa Barat kita sangat serius menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada. kita juga akan menstimulasi perhitungannya secara digital karena itu e-voting kan belum memungkinkan, Tapi minimal perhitungan, sehingga meminimalisir terlalu lamanya sekelompok orang di satu tempat kira-kira begitu," ujar Kang Emil melanjutkan.

Oleh karena itu, Kang Emil mengajak warga untuk memaksimalkan penggunaan hak suaranya untuk memilih kepala daerah terbaik.

"Mari maksimalkan penggunaan hak suaranya di hari Pilkada itu untuk memilih bupati dan walikota yang terbaik, dan untuk 5 tahun ke depan kira-kira, jangan sampai menyesal tidak datang kemudian mendapatkan pemimpin yang tidak sesuai dengan harapannya," pungkasnya.

(yum/mso)