102 Santri Ponpes Al-Mutawally Kuningan Positif COVID-19

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 13:18 WIB
102 santri ponpes Al-Mutawaly Kuningan positif Corona
102 santri ponpes Al-Mutawaly Kuningan positif Corona (Foto: Bima Bagaskara)
Kuningan -

Klaster pondok pesantren kembali muncul di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kali ini 102 orang santri di Ponpes Al-Mutawally yang berada di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan dari hasil swab terhadap 156 penghuni Ponpes Al-Mutawally, 102 orang santri dinyatakan positif.

"Tadi malam hasil swab 156 orang di Ponpes Al-Mutawally yang sebelumnya reaktif COVID-19 keluar. Hasilnya 102 orang santri positif," kata Agus saat diwawancarai detikcom Jumat (27/11/2020).

Pantauan detikcom di Ponpes Al-Mutawally Kuningan sekitar pukul 11.30 WIB, tampak Tim Satgas COVID-19 Desa Bojong tengah melakukan kordinasi dengan pihak Ponpes Al-Mutawally. Termasuk ada juga anggota TNI Polri yang berjaga.

Saat ini 102 orang santri yang positif tersebut sedang menjalani isolasi di Ponpes Al-Mutawally. Menurutnya ada 56 orang santri yang mengalami gejala klinis seperti demam dan gangguan indera penciuman.

Rencananya 56 santri yang bergejala itu akan dipindahkan ke tempat isolasi yang ada di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Ada 56 santri yang bergejala, kemungkinan nanti akan dirawat di rumah sakit rujukan. Ini sedang kordinasi," lanjut Agus.

Sementara itu 56 orang lainnya yang dinyatakan negatif, kata Agus belum bisa langsung dipulangkan karena sempat berinteraksi dengan santri yang positif saat menunggu hasil swab.

"Yang negatif 54 itu akan diperiksa kondisinya dulu karena sempat isolasi bareng dengan yang 102 positif. Kalau yang positif tanpa gejala sementara diisolasi di ponpes, tapi kalau yang bergejala nanti kemungkinan akan dipindahkan ke rumah sakit," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 156 penghuni Ponpes Al-Mutawally reaktif COVID-19 setelah menjalani rapid test massal. Rapid test massal itu dilakukan terhadap 443 orang yang ada di ponpes baik itu santri maupun tenaga pengajar.

Kemunculan 156 orang yang reaktif itu berawal dari adanya santri yang mengalami gangguan penciuman dan demam. Saat itu ada 47 orang santri yang mengalami gejala tersebut.

(mud/mud)