Selesai Dibangun, Kolam Retensi Situ Buled Diklaim Mampu Atasi Banjir

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 17:19 WIB
Kolam retensi di Kabupaten Bandung.
Foto: Kolam retensi di Kabupaten Bandung (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Warga Perumahan Bumi Harapan, Cileunyi, Kabupaten Bandung patut bersyukur setelah dibangunnya kolam retensi Situ Bugel. Pasalnya, mereka dapat terbebas dari banjir yang sering kali merendam sekitar 1.000 unit rumah di sana.

Seperti dialami oleh seorang warga Toto Suharto. Ia menuturkan, perumahan yang ditinggalinya sudah mulai terendam banjir sejak 2007. Bahkan, perumahan tersebut sempat terendam setinggi 1,5 meter.

"Dulu banjir bisa setinggi 1,5 meter," ujar Toto kepada wartawan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (26/11/2020).

Setelah selesai dibangun pada 2020, kolam retensi dengan luas 3.500 meter persegi itu mampu mengurangi banjir sekitar 75 persen dan mampu mempercepat surutnya genangan air.

"Ternyata bisa mengurangi dampak banjir di dusun 4 Bumi Harapan Indah sekitar 75 persen," kata Toto kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Kolam tersebut berfungsi menjadi lokasi penampungan air dari beberapa anak sungai yang alirannya berasal dari Gunung Manglayang. Apabila telah dinilai penuh, petugas di rumah siaga akan membuka pintu air. Nantinya, air tersebut akan mengalir ke sebuah selokan dan berakhir ke Sungai Citarum.

Selain itu, kata Toto, warga akan berswadaya untuk membangun desa wisata di sekitaran Situ Bugel. Dekatnya lokasi situ dengan Statiun Cimekar dapat menjaring sejumlah pelancong untuk berkunjung ke Situ Bugel.

Saat ini, sudah tersedia jogging track yang mengitari sisi situ. Nantinya, akan dijadikan kolam pemancingan dan destinasi bagi liburan keluarga.

"Kolam retensi ini kita manfaatkan menjadi kolam pemancingan, wisata keluarga dan akan dikelola oleh masyarakat," ucapnya.

Kolam retensi tersebu dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Proyek yang dibangun sejak 2019 itu menghabiskan anggaran sebanyak Rp1,4 miliar.

"Ini dibangun atas kesepahaman fasos fasum yang sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bandung. Di Bumi Harapan ini ada fasos fasumnya sebelas hektar," ujar Bupati Bandung Dadang M. Naser usai meresmikan kolam retensi Situ Bugel, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (26/11/2020).

"Setelah fasos fasum diserahkan kita intervensi membuat kolam retensi, dan rumah pompa. Jadi dipompakan air supaya tidak banjir atau tidak ada genangan," katanya.

Dadang menyebutkan, sejak zaman Hindia Belanda di Bandung banyak terdapat sungai untuk menampung air. Maka dari itu, perlu dibangun lebih banyak lagi kolam retensi di kawasan Cekungan Bandung.

Selain itu, di Cekungan Bandung sendiri ada tujuh kecamatan berada pada elevansi terendah dan berisiko terendam banjir. Di antaranya, Cileunyi, Gedebage, Tegalluar (Bojongsoang), Majalaya, Sapan (Bojongsoang), Dayeuhkolot (dan Baleendah).

"Kita atasi banjir itu dengan pompanisasi dan penampungan air, untuk persiapan dikala kemarau untuk cadangan air perlu dilakukan di berbagai tempat lainnya. Karena memang kalau kita lihat konsep Belanda, di Kota Bandung ada Kolong Gede, Situ Aksan, Situ Saeur," kata Dadang.

(mso/mso)