Kasus Corona Terus Meningkat, Sekda Bandung: Situasi Cukup Darurat

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 21:01 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kasus positif aktif COVID-19 di Kota Bandung terus meningkat. Di sisi lain ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 yang memiliki gejala terus berkurang.

"Hari ini kita intens, beberapa hari ini kita lakukan rapat internal gugus tugas. Kita mencermati bahwa tingkat pandemi COVID-19 di Kota Bandung cukup tinggi sekarang sudah ada di angka 21,53 persen. Artinya itu percepatan, bukan angka reproduksi, kalau angka reproduksi kita masih di bawah 1 masih 0,81 tapi transmisinya atau positif rate (naik)," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna usai rapat evaluasi di Balai Kota Bandung, Rabu (25/11/2020).

Dari informasi yang dihimpun detikcom dari laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, kasus positif kumulatif mencapai 3.039 mengalami peningkatan 90 kasus dari hari sebelumnya. Kasus positif aktif mencapai 484 atau bertambah 86 orang, sembuh 2.444 bertambah 4 orang dan meninggal dunia 111 orang.

Ema menyebut, peningkatan kasus ini terjadi karena perilaku masyarakat yang tidak disiplin.

"Akibat perilaku warga masyarakat yang menurut saya sudah masuk kepada kategori sangat tidak disiplin, kerumunan kembali terjadi, aktivitas mereka seperti tidak disadari bahwa pandemi COVID-19 masih terjadi," ujarnya.

Ema juga mengungkap, soal peningkatan kasus yang cukup luar biasa di bandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya.

"Ini artinya, secara kumulatif sudah di atas angka 3 ribuan. Angka positif sudah di angka 484 itu terkonfirmasi positif. Karena lompatan angka hariannya sudah masuk kategori puluhan. Ada 50, 60 sehingga berpengaruh pada positif rate kita yang tinggi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga dihadapkan dengan jumlah tempat tidur yang terus menipis "Kemudian juga kita dihadapkan pada tingkat tempat tidur, yang saat ini sudah ada di angka 90,37 persen, dari 789 tempat tidur sekarang terisi 713, sisa 79 pun itu sudah waiting list," tuturnya.

Pemkot Bandung juga, sudah memberikan sinyal darurat terkait menipisnya jumlah tempat tidur.

"Jadi kita sudah masuk pada situasi cukup darurat, bahwa Bandung harus benar-benar upayanya maksimal lagi. Makannya, kita minta sekarang kepada pihak kecamatan agar menyiapkan rumah isolasi bagi yang OTG, kalau yang bergejala wajib ke rumah sakit," ucapnya.

"Kemudian juga tempat isolasi yang disiapkan pemerintah kota, penuh. Hotel S, Hotel U, itu penuh. Makanya ini sudah dibantu, Pak Camat, Bu Camat yang memanfaatkan kantor RW, itupun setelah ada rekomendasi petugas kesehatan, karena segala sesuatunya harus terstandarisasi," pungkasnya.

(wip/mso)