Makin Menjamur, Kolam Jari Apung-Tancap di Waduk Jatigede Akan Ditertibkan

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:48 WIB
Wabup Sumedang Erwan Setiawan
Foto: Wabup Sumedang Erwan Setiawan (Muhamad Rizal/detikcom).
Sumedang -

Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana akan melakukan penertiban Kolam Jaring Apung (KJA) dan Keremba Jaring Tancap (KJT) di perairan Waduk Jatigede. Saat ini keberadaannya semakin menjamur dan jumlahnya terus bertambah mengelilingi kawasan Bendungan Jatigede.

Penertiban KJA dan KJT ini sebagai bentuk penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2018 tentang Tata Ruang yang di dalamnya terdapat pasal yang melarang penggunaan KJA dan KJT di perairan Jatigede.

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengirim surat teguran kepada pihak terkait untuk segera membongkar KJA dan KJT.

"Kita sudah lakukan tindakan persuasif dengan mengadakan rapat dengan pihak terkait, bahkan kita sudah melayangkan surat sebanyak enam kali, untuk membongkar KJA tersebut. Tetapi pada kenyataannya jumlah KJA yang berada di sekitaran bendungan Jatigede jumlahnya semakin bertambah," Kata Erwan usai rakor penertiban KJA dan KJT di Gedung Negara, Sumedang, Rabu (25/11/2020).

Berdasarkan data di lapangan, Erwan mengungkapkan saat ini sudah ada 326 KJA dan KJT yang tersebar di perairan Waduk Jatigede. Untuk itu pihaknya akan melakukan penertiban dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

"Mekanisme penertibannya nanti dirapatkan di Kantor Satker, nanti ada tupoksinya masing-masing," katanya.

Selain itu, KJA dan KJT diperairan Waduk Jatigede sebagian besar pemiliknya bukan berasal dari warga Sumedang. Oleh karena itu dirinya mengintruksikan pihak Satpol PP Sumedang untuk mentertibakan KJA dan KJT yang bukan milik warga Sumedang terlebih dahulu.

"Oleh karena itu kami prioritaskan yang milik investor dari luar dulu, supaya yang warga Sumedang dapat membongkarnya sendiri," ucap Erwan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan warga sekitar terkait rencana pembongkar KJA dan KJT. Dari hasil koordinasi dia menyebut warga siap membongkar asal KJT dan KJA milik investor dari luar Sumedang juga ditertibkan.

"Mereka (warga) mengatakan siap membongkarnya sendiri asalkan KJA dan KJT milik investor dari luar kota sumedang di tertibkan terlebih dahulu. Maka dari itu saya printahkan untuk membongkarnya," ucapnya.

Erwan menyebutkan setelah penertiban KJA dan KJT itu dilakukan, pihaknya akan terus mengawasi kawasan perairan Jatigede agar tidak ada lagi KJA dan KJT yang beroperasi.

"Kita akan awasi terus, bahkan kita akan membuat plang agar tidak membuat KJA di sekitaran Bendungan Jatigede," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol pp Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban pada tanggal 28 November 2020.

"Tanggal 28 Kita akan rapat di kantor satker (satuan kerja) Jatigede, kita akan mulai dengan apel bersama dan pukul 08.00 WIB kita akan bergerak dengan fungsinya masing-masing," ujar Bambang.

(mso/mso)