2 Juta Batang Rokok-Ratusan Miras Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Bandung

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 12:22 WIB
Bea Cukai Bandung musnahkan jutaan batang rokok dan ratusan botol miras
Bea Cukai Bandung musnahkan jutaan batang rokok dan ratusan botol miras (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Bea Cukai Bandung musnahkan dua juta batang rokok hingga ratusan botol minuman keras ilegal. Barang haram ini merupakan hasil penindakan Bea Cukai Bandung selama Tahun 2020.

Pantauan detikcom, Rabu (25/11/2020) barang-barang ilegal tersebut digelar di Halaman Kantor Bea Cukai Bandung. Ratusan botol minuman keras dan ratusan botol liquid vape dimusnahkan dengan cara digilas alat berat. Sementara itu rokok-rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar. Ada juga sejumlah anak panah yang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin dan juga sex toys.

Selain di Halaman Kantor Bea Cukai Bandung. Pemusnahan juga dilakukan di salah satu TPA di Kota Bandung. Pemusnahan itu dilakukan terpisah karena banyak barang yang dapat menimbulkan asap berlebih dan memiliki bahan baku karet yang dapat mengganggu penciuman.

"Hari ini kita musnahkan barang-barang di tahun 2020 ini. Barang-barang yang paling banyak adalah rokok ilegal sejumlah dua juta batang. Rokok ilegal ini kebanyakan kita tangkap dari jasa titipan. Jadi sekarang modusnya, pembelian secara online rokok-rokok tanpa vita atau rokok-rokok polos dan yang vitanya salah peruntukannya," kata Kepala Bea Cukai Bandung Dwiyono Widodo usai pemusnahan di Kantor Bea Cukai Bandung.

Pengungkapan ini, tidak terlepas dari kerjasama berbagai pihak, salah satunya jasa pengiriman barang yang ada di Bandung.

"Kita lakukan kerjasama dengan jasa titipan, termasuk PT Pos, K-Logistic, TIKI, JNE dan semuannya, kita bekerjasama. Kita memeriksa paket-paket Posnya, kita curigai ada rokok kita bakar," ungkapnya.

Dalam kejadian ini, negara dirugikan miliaran rupiah. "Keseluruhan barang ini Rp 2.182.014.320 dan kerugian negara Rp 1.766.53.730," ujarnya.

Menurutnya, untuk rokok sendiri berasal dari berbagai daerah. Namun kebanyakan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Asalnya macam-macam, dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, tapi kebanyakan Jawa Timur. Merek rokoknya aneh-aneh bukan rokok yang umum," ucapnya.

Widodo menambahkan, rorok ini merupakan hasil home industri, sehingga harganya murah.

"Mereknya enggak ada, polos, harganya murah. Ini toko seperti Sampurna tapi di sini Antartika mereknya. Ini rorok home industri. Ada yang pakai vita, tapi vitanya palsu," tambahnya.

Sekedar informasi, tak hanya di Kantor Bea Cukai Bandung. Pemusnahan barang hasil penindakan Bea Cukai juga dilakukan diseluruh kantor Bea Cukai yang ada di Jawa Barat.

(wip/mud)