Gugus Tugas Cianjur Sarankan Tablig Akbar Habib Rizieq Digelar Virtual

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 13:09 WIB
Habib Rizieq Santap Nasi Mandi dan Jus Kurma
Foto: Hbib Rizieq (detikcom/twitter Tommy Soeharto).
Cianjur -

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Cianjur meminta rencana agenda tablig akbar yang mengundang Habib Rizieq tidak dilaksanakan. Bahkan FPI disarankan agar menggelar tablig akbar secara virtual, supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mangatakan setiap agenda yang menimbulkan kerumunan massa tidak diperbolehkan digelar di tenga pandemi COVID-19.

"Kalau dalam situasi normal memang cukup sekadar pemberitahuan, tapi di kondisi pandemi harus disertai izin. Tapi sudah pasti agenda yang menimbulkan kerumunan tidak diperbolehkan untuk digelar, dan kami dari gugus tugas tentunya tidak akan memberikan izin," ucap Yusman, Jumat (20/11/2020).

Jika keukeuh ingin menggelar tablig akbar, Yusman menyarankan agar FPI atau penyelenggara menggelar nya secara virtual.

"Terpenting kan isi dan materi yang disampaikan, sarananya bisa secara virtual, baik itu menggunakan zoom, atau live streaming di media sosial. Itu akan lebih aman, tidak akan menimbulkan kerumunan," kata dia.

Yusman menuturkan pemerintah bukan berarti melarang agenda keagamaan, namun mengantisipasi penyebaran akibat timbulnya kerumunan massa.

"Kita tidak larang agenda keagamaannya, kita hanya cegah adanya kerumunan orang untuk menekan penyebaran COVID-19. Jangan sampai dengan adanya kerumunan, kasus terpapar meningkat," ucapnya.

Dia berharap semua pihak bisa memahami dan tidak menggelar kegiatan apapun yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

"Kita sama-sama berusaha melawan COVID-19. Minimal nya dengan menjalankan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq ke Cianjur dijadwalkan bakal datang ke Cianjur, Jawa Barat untuk menghadiri Tablig Akbar dan silaturahmi dengan para ulama Desember mendatang.

Namun potensi kerumunan membuat Pemerintah Kabupaten Cianjur menolak untuk memberikan izin. Bahkan kepolisian mengaku tak akan segan membubarkan jika kegiatan keukeuh dilaksakan.

(mso/mso)