Pengalaman Garap Proyek Pemerintah, Aep Janji Benahi Infrastruktur di Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 11:35 WIB
Aep Syaepuloh, calon bupati Karawang saat mengunjungi pabrik sendal rumahan di Karawang
Aep Syaepuloh, calon bupati Karawang saat mengunjungi pabrik sendal rumahan di Karawang (Foto: Luthfiana Awaluddin)
Karawang -

Calon Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh kerap dipercaya pemerintah membangun sejumlah proyek strategis nasional. Masuk ke dunia politik, Aep menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan infrastruktur di Karawang. Karena itu, Aep berencana membantu Cellica Nurrachadiana membangun sejumlah jalan kabupaten yang berkualitas.

"Saya tegaskan, tidak ada niatan saya bermain proyek. Saya masuk politik karena ingin mengabdikan diri dan menghibahkan pengalaman saya di infrastruktur selama belasan tahun," kata Aep Syaepuloh saat ditemui detikcom, Jumat (20/11/2020).

Aep mengaku siap mengawal misi Cellica membangun sejumlah jalan poros kabupaten hingga desa. Saat membantu Cellica nanti, Aep berkomitmen menerapkan pengalamannya membangun infrastruktur berkualitas dengan standar tinggi. "Sebagai warga Karawang, tentu saya ingin membantu Teh Cellica supaya Karawang ini infrastrukturnya maju dan berkualitas," kata Aep.

Aep dikenal telah berkecimpung di bidang infrastruktur selama 12 tahun. Ia dipercaya sejumlah BUMN seperti PT Waskita, Adhi Karya hingga PT Pembangunan Perumahan (PP) mengerjakan pembangunan jalan, perumahan hingga bendungan. Bahkan Aep juga dipercaya mengerjakan sejumlah proyek strategis nasional.

Pada 2014 misalnya, Aep membantu pemerintah membangun jalan tol Cikampek-Palimanan sektor 4. Tiga tahun kemudian, Aep kembali dipercaya pemerintah membantu membangun Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 ruas Kunciran-Serpong.

Di tahun 2017, Aep dipercaya pemerintah membangun Bendungan Leuwikeris di Ciamis. Pada 2019, Aep dipercaya pemerintah membangun Waduk Pidesko di Kabupaten Wonogiri, Jateng. Waduk itu diproyeksikan mampu menyediakan air bersih untuk wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan sekitarnya. Pembangunan waduk dan bendungan itu juga berfungsi sebagai pengendali banjir, lahan konservasi dan pariwisata.

Terpilih menjadi rekan kerja BUMN, kata Aep berarti harus berani mengerjakan proyek dengan standar tinggi. "Yang pernah saya alami saat membantu perusahaan negara adalah membangun infrastruktur dengan kualitas dan teknologi terbaru," kata Aep.

Dengan pengalamannya itu, jika terpilih, Aep ingin meningkatkan standar pembangunan jalan di Karawang. Ia menyatakan tak segan untuk mengontrol langsung pembangunan jalan poros di Karawang. Mulai dari tahapan awal, pemadatan tanah hingga pengecoran.

"Untuk menghindari permainan oknum pemain proyek. Sehingga jalan itu berkualitas dan tak jarang rusak. Karena fasilitas publik tidak boleh abal-abal," ungkap Aep.

Pengalamannya membangun sejumlah bangunan penting di berbagai daerah membuat Aep tidak puas. Aep mengaku tak sampai hati jika tanah kelahirannya, Karawang kurang baik infrastrukturnya. Alhasil Aep mengaku ingin pulang kampung dan membantu membenahi Karawang sebisanya.

"Contoh paling terlihat adalah jalan. Sekarang menurut penghitungan, jalan di Karawang sudah tidak memungkinkan. warga sudah 2 juta lebih tapi jalan dari dulu belum bertambah signifikan. Padahal kendaraan terus bertambah," ujarnya.

Pembangunan jalan baru, kata Aep sudah jadi perhatian Cellica Nurrachadiana. Ia punya rencana membangun jalan kabupaten dari pusat kota Karawang ke Rengasdengklok. Sebab saat ini, hanya ada satu jalan provinsi yang menghubungkan Karawang utara dengan pusat kota.

"Jalan poroa ini dinilai sudah diperlukan. Jalan poros samping irigasi ini akan terhubung hingga Cikampek.
Jadi ada 2 jalan alternatif di Karawang," pungkas Aep.

Sejumlah rencana tersebut, menurut politisi senior asal Karawang Saan Mustopa adalah jawaban dari kebutuhan masyarakat. Saan menuturkan, Karawang perlu peningkatan infrastruktur terutama di wilayah utara dan selatan.

"Sebab, pembangunan baru marak di pusat kota saja. Pasangan Cellica-Aep ini perlu melakukan pemerataan jika terpilih. Jalan yang menghubungkan Utara dan Selatan dibutuhkan masyarakat Karawang saat ini," kata Saan.

(mud/mud)