Masih Dianggap Jadul, Teten Dorong Koperasi Masuk Ekosistem Digital

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 22:22 WIB
Teten Masduki dorong koperasi untuk melakukan digitalisasi
Teten Masduki dorong koperasi untuk melakukan digitalisasi (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Jumlah koperasi yang masuk ke dalam ekosistem digital masih sangat rendah di Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mencatat, dari 123 ribu koperasi aktif, hanya 906 atau 0,73 persen koperasi yang sudah melakukan digitalisasi.

"Transformasi koperasi terhadap teknologi digital harus kita lakukan. Sekarang adalah era digital kita tidak mungkin keluar dari era ini. Semua sekarang sudah terhubung dalam ekosistem digital," ujar MenKopUKM Teten Masduki dalam Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital, Kamis (19/111/2020) di Kota Bandung.

Teten mengakui, koperasi masih dipandang jadul, tidak modern dan sederet stigma negatif lainnya. Padahal, koperasi merupakan wadah yang berfungsi untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Saat ini harus diakui koperasi masih dianggap jadul, tidak modern, layanan lambat, akuntabilitas buruk. Ini momentum kita membalik stigma itu, koperasi bisa tampil juga lebih hebat dari korporasi. Koperasi bisa menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik," ucapnya.

Teten menegaskan, kaitan digitalisasi dan kesejahteraan ini terbukti dari UMKM yang melakukan digitalisasi, lebih tahan banting di masa pandemi COVID-19 ini.

Data KemenkopUKM menunjukan, penjualan di kuartal kedua penggunaan platform digital meningkat 26 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan yang tidak terhubung dengan platform digital mengalami penurunan omzet.

"Saat ini menjadi momentum modernisasi koperasi, momentum untuk mensejajarkan koperasi dengan badan usaha lainnya, momentum untuk menjadikan koperasi sebagai pilihan rasional untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2