Daftar Kepala Daerah di Jabar yang Pernah Positif COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 13:47 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Virus Corona bisa menulari siapa saja tanpa pandang bulu, termasuk kepala daerah di Jabar yang memimpin penanganan COVID-19 di wilayah kabupaten/kota masing-masing. Hingga Kamis, 19 November 2020 setidaknya ada empat kepala daerah yang terkonfirmasi COVID-19. Siapa saja mereka?

Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto merupakan kepala daerah pertama di Jawa Barat yang positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Ia dinyatakan positif Corona setelah menerima hasil tes swab kemarin (19/3) sore.

"Pada hari Kamis sore, kemarin tanggal 19 Maret 2020, Wali Kota Bogor Bima Arya, telah menerima hasil tes swab yang menunjukkan positif COVID-19," ujar plt Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keteranganya, Jumat (20/3/2020).

Sri mengatakan tes SWAB tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bogor Senior. "Tes sendiri dilaksanakan pada Selasa 17 Maret 2020 oleh RS Bogor Senior Hospital," kata Sri.

Sebelumnya, Bima Arya sempat menyandang status sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona. Ia berstatus ODP setelah sempat pergi ke Turki dan Azerbaijan selama delapan hari.

Setelah menjalani isolasi di rumah selama sepakan di rumah, Bima Arya pun dinyatakan sembuh.

"Bagi Saudara-saudara yang masih terpapar COVID-19, tetap optimistis, positive thinking. Dengan kekuatan mental kita, dengan keimanan kita, insyaallah kita bisa lalui ini," kata Bima Arya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana diketahui terkonfirmasi COVID-19. Ia pun mengumumkan hasil tes swabnya melalui akun Instagram pribadinya pada pertengahan Maret lalu.

"Saya sendiri pun yang nggak bergejala, dinyatakan positif," ucap Cellica dalam videonya itu sebagaimana dilihat detikcom, Selasa (24/3/2020).

Sebelumnya, Cellica menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Hotel Swiss Bell Inn, Kabupaten Karawang pada 9 Maret 2020. Dalam acara tersebut, muncul klaster HIPMI, yang merupakan klaster pertama yang teridentifikasi di Jabar.

Usai menjalani isolasi, Cellica pun menyatakan hasil swab keduanya yang menunjukkan negatif dari virus Corona.

"Hari ini, Senin tanggal 13 April 2020 tadi siang menjelang sore, kami mendapatkan informasi bahwa hasil swab kedua dari saya. Alhamdullilah dinyatakan negatif oleh Balitbang Kemenkes," kata Cellica.

Selanjutnya
Halaman
1 2